Ribuan Warga Australia Padati Festival Indonesia 2018 di Canberra

Festival Indonesia yang menyajikan berbagai gerai makanan khas daerah Indonesia, panggung seni tradisional, dan pameran budaya Indonesia yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Sabtu (17/11/2018), sukses mencuri perhatian publik Australia.
Nancy Junita | 19 November 2018 09:48 WIB
Festival Indonesia yang menyajikan berbagai makanan khas daera, panggung seni tradisional, dan pameran budaya Indonesia digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Sabtu (17/11). - Dok.KBRI Canberra

Bisnis.com, JAKARTA - Festival Indonesia yang menyajikan berbagai gerai makanan khas daerah , panggung seni tradisional, dan pameran budaya digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Sabtu (17/11/2018),  sukses mencuri perhatian publik Australia.

Dikutip dari keterangan tertulis pihak KBRI, Senin (19/11/2018), tingginya antusiasme dalam Festival Indonesia 2018 nampak dari besarnya jumlah pengunjung. Tahun ini pengunjung yang hadir mencapai 5.000 orang.  Di antara pengunjung bahkan rela datang jauh-jauh dari Sydney atau Melbourne yang masing-masing berjarak 300 km dan 700 km dari Canberra.

Sejumlah sekolah SMP dan SMA di Canberra juga menggunakan kesempatan ini untuk mengenal Indonesia lebih dekat dengan menyaksikan festival kuliner dan budaya tahunan ini.

Acara dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI dengan pemukulan gong, dan turut disaksikan oleh sejumlah pejabat tinggi Kota Canberra, antara lain Tara Chayene yang menjabat sebagai Australia Capital Territory (ACT) Legislative Assembly, serta Pejabat Kementerian Luar Negeri Australia.

Juga, sejumlah duta besar negara sahabat seperti dari Denmark, Laos, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, Palestina, Lebanon, Ekuador, Peru, Argentina, Zambia, dan istri Dubes Singapura dan Brunei Darussalam, serta diplomat Australia mau pun diplomat asing, antara lain Filipina, China dan Thailand.

Festival Indonesia di Canberra menyuguhkan lima atraksi utama, yakni kuliner Indonesia, panggung hiburan, pameran budaya Indonesia di Balai Budaya, pameran  produk-produk Indonesia dan promosi wisata ‘10 Bali Baru’ di Balai Kartini, serta Kids Corner dan photo booth.  Sejumlah produk unggulan tekstil  dan kerajinan tangan  seperti batik, tas manik, kain tapis juga tidak lupa dipamerkan. 

Beragam kuliner khas daerah yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi publik Australia. Sate ayam dan kambing, sate Padang, rendang, nasi Padang, gudeg Yogyakarta, mi Aceh, nasi timbel, bakso, adalah sedikit contoh dari sederet masakan terkenal Indonesia yang ‘diserbu’ pengunjung.

Pengunjung rela antre panjang demi mendapatkan sajian masakan Indonesia yang dijual oleh berbagai komunitas masyarakat Indonesia di Australia.

Kieran Cunningham, 35, dari daerah Murumbatesman mengaku tak pernah melewatkan acara Festival Indonesia di KBRI Canberra.

"Saya selalu menunggu acara ini karena saya dapat membeli sate ayam dan rending,” ujarnya bangga.

Selain pertunjukan Ondel-Ondel Betawi dan gamelan Bali, yang dimainkan orang Indonesia dan Australia, beragam atraksi seni dan tari daerah Indonesia yang ditampilkan tak kalah efektif menarik pengunjung.

Alunan arumba dan angklung dari Jawa Barat, tarian Dayak Kenyah dan petikan alat musik sampek dari Kalimantan Timur, tarian khas Lampung, hingga tari Tor-Tor dari Sumatra Utara dan Tari Sajojo dari Papua berhasil membuat betah pengunjung.

“Saya sangat senang sekali dapat mendukung dan meramaikan kegiatan Festival Indonesia 2018 di Canberra” ujar Puteri Ari Dono, Wakil Ketua Umum Bhayangkari Polri.

Bhayangkari yang merupakan Persatuan Istri Anggota Polri, secara khusus menghadirkan Tim Kesenian Muhibah Bhayangkari yang berasal dari Bhayangkari Daerah Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Lampung dalam Festival Indonesia 2018.

Masing-masing menampilkan kesenian dari daerah asal, serta fashion show pakaian khas Jawa Barat, Lampung dan Kalimantan Timur dengan  perpaduan desain modern dan tradisional.

Tak hanya itu, Tari Manuk Dadali yang semuanya dibawakan oleh para pelajar dari St. Michael Primary School di Canberra, juga membuat para pengunjung enggan pulang.

Bagi masyarakat Australia, Festival Indonesia memang menjadi salah satu momentum yang selalu ditunggu-tunggu di Kota Canbera, yang memang terkenal sebagai salah satu kota di Australia yang sangat mendorong dan menghormati kehidupan multikultur.

Anak-anak pun tidak ketinggalan disuguhi berbagai kegiatan seperti mewarnai baju daerah Indonesia, face painting Harimau Sumatra, dan berfoto dengan latar becak.  

Festival Indonesia 2018 ditutup dengan nyanyian Maumere dan Poco-Poco yang mengundang seluruh pengunjung untuk ikut turun dan berjoget bersama.

Pagelaran Festival Indonesia merupakan program promosi seni, budaya dan kuliner tahunan Indonesia yang dikelola oleh KBRI Canberra bekerja sama dengan seluruh komunitas masyarakat Indonesia yang berada di Canberra dan sekitarnya. Pagelaran ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008 dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-11.

Tag : seni budaya, duta besar
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top