Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diplomasi Cokelat ala Dubes Belgia Stephane De Loecker

Pada hari Sabtu (17/11/2018) petang, kediaman Duta Besar Belgia untuk Indonesia Stephane De Loecker disulap menjadi arena bazar dengan menghadirkan berbagai hidangan kuliner ala Belgia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 November 2018  |  09:06 WIB
Warga negara Belgia, Thierry Detournay, memproduksi cokelat 'Monggo' di Yogyakarta. - Istimewa
Warga negara Belgia, Thierry Detournay, memproduksi cokelat 'Monggo' di Yogyakarta. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -  Pada hari Sabtu (17/11/2018) petang, kediaman Duta Besar Belgia untuk Indonesia Stephane De Loecker disulap menjadi arena bazar dengan menghadirkan berbagai hidangan kuliner ala Belgia.

Kedutaan Besar Kerajaan Belgia membawa sejumlah cita rasa kuliner khas negara tersebut dalam acara `Best of Belgium’ yang digelar di Jakarta, Sabtu (17/11/2018) petang.  Dengan mengusung tema `Taste of Belgium’, acara tahunan itu diadakan di kediaman Duta Besar Belgia untuk Indonesia, dan menghadirkan berbagai penganan asal Belgia, termasuk cokelat, kentang goreng Belgia dan wafel.

Pada acara itu, berbagai perusahaan kuliner berpartisipasi untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat Indonesia dan warga asing yang berdomisili di Jakarta. Pengunjung tampak berdatangan dengan anggota keluarga untuk mencicipi berbagai hidangan ala Belgia itu.

Tentu semua perusahaan yang berpartisipasi memiliki kaitan dengan kedua negara, termasuk cokelat Monggo,merek cokelat premium Godiva, biskuit speculoos Lotus Biscoff, wafel mentega Julis Destrooper, serta kentang goreng Mydibel.

Tak hanya mencicipi, para pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai berbagai produk kuliner yang dipamerkan. Salah satunya adalah cokelat Monggo yang diprakarsai oleh seorang warga negara Belgia Thierry Detournay yang tiba di Yogyakarta pada tahun 2001.

Disana ia mulai meracik ramuan cokelatnya sendiri, karena menurutnya pada saat itu sulit untuk menemukan cokelat yang dapat disandingkan dengan cokelat yang biasa ia konsumsi di Belgia.

Setelah mendapatkan resep yang pas, ia pun mulai menjajakan cokelat buatannya ke teman-teman dekatnya, serta membuka stan kecil di depan Gereja Kotabaru Yogyakarta, dan pada akhir pekan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Antusiasme konsumen, akhirnya membuat Thierry memutuskan membuat mereknya sendiri dan diberi nama `Monggo'.

1 dari 4 halaman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cokelat
Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top