Hasto Kristiyanto & Djarot Semangat Jajal Khayangan Api

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengunjungi lokasi Khayangan Api atau api abadi yang telah dimanfaatkan sejak zaman Kerajaan Singasari dan Majapahit di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Minggu (18/11/2018) malam.
Newswire | 19 November 2018 07:55 WIB
Khayangan Api atau api abadidi Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. - Wikipedia

Bisnis.com, BOJONEGORO - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengunjungi lokasi Khayangan Api atau api abadi yang telah dimanfaatkan sejak zaman Kerajaan Singasari dan Majapahit di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Minggu (18/11/2018) malam.

Hasto Kristiyanto didampingi Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Bojonegoro-Tuban Abidin Fikri, Bupati Bojonegoro Anna Muawannah, serta para jurnalis.

Khayangan api adalah api abadi yang terus menyala-nyala di antara tumpukan batu-batu. Konon, Khayangan Api ini adalah tempat para prajurit Kerajaan Singasari dan Majapahit diwisuda. Lokasinya berada di kawasan hutan lindung di Desa Sendangharjo, Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Hasto Kristiyanto dan semua anggota rombongan tampak semangat. Mereka mencoba melewati dan berdiri di atas tumpukan batu dengan api yamg menyala-nyala, mencoba mengulangi ritual wisuda prajurit seperti pada masa lalu.

Naik ke tumpukan batu, merasakan udara panas yang muncul. Hasto Kristiyanto bahkan sempat menahan panas sambil menyatukan kedua telapak tangan di depan dadanya.

Kata Hasto, dalam sejarah peradaban Nusantara, Kerajaan Singasari dan Majapahit menggunakan api abadi itu untuk membuat pusaka bagi satria-satria Nusantara.

"Yang diambil adalah ruhnya, sehingga punya keberanian, mereka punya api semangat," kata Hasto.

Djarot menambahkan Pasukan Bhayangkara dari Singasari dan Majapahit, setelah dilatih, akan dibawa ke lokasi api abadi itu. Mereka diwisuda di sana. Eksotisme api dan lokasi di sekitarnya benar-benar membangun semangat.

"Coba naik ke atasnya, kita tak terbakar, namun terasa hangat. Rasanya seperti diselimuti semangat aura api di dada kita. Itu semua untuk pengabdian ke Tanah Air. Mungkin itu juga filosofi yang hendak digunakan untuk bala tentara Bhayangkara zaman dulu," kata Djarot.

Hasto Kristiyanto menyatakan Khayangan Api kini adalah salah satu situs sejarah dan kebudayaan yang dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah. Hasto berharap agar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro makin mempercantik lokasinya, seperti dibuat taman-taman bunga, sehingga menarik minat masyarakat.

Bupati Bojonegoro Anna Muawwanah menuturkan pihaknya akan melengkapi lokasi itu dengan tempat untuk bersemedi. Dengan begitu, pengunjung juga bisa datang bila ingin melakukan introspeksi diri, merefleksikan jalan kehidupannya.

Anna juga memiliki gagasan untuk menjadikan lokasi sekitarnya sebagai kawasan olahraga alam.

"Nanti mungkin sebagian besar kami akan adakan kegiatan olahraga biar ini makin semarak dan terus ada pengunjungnya," kata Anna.

Sejauh ini, pengunjung ke lokasi Khayangan Api paling banyak datang pada malam hari, karena terlihat keaslian dan indahnya lokasi itu.

"Saat ini, jumlah pengunjung per bulan baru di kisaran 1.000 orang. Nanti kami tingkatkan jadi sekitar 10.000 orang lah.”

Sumber : Antara

Tag : pariwisata, pdip
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top