Kisah Bulan Madu Kelabu Pasangan Pengantin Baru dari Australia di Lombok

Beberapa wisatawan yang berhasil dievakuasi dari Gili Trawangan dan sampai di Pelabuhan Benoa Bali mengalami luka-luka dan harus menggunakan kursi roda.
Ni Putu Eka Wiratmini | 07 Agustus 2018 07:49 WIB
Sejumlah wisatawan mancanegara menuruni kapal cepat ketika tiba di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8). Sedikitnya 700 orang wisatawan bersama warga setempat dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal mengantisipasi terjadinya gempa susulan. - Antara

Bisnis.com, BENOA  - Beberapa wisatawan yang berhasil dievakuasi dari Gili Trawangan dan sampai di Pelabuhan Benoa Bali mengalami luka-luka dan harus menggunakan kursi roda. 

Pantauan Bisnis di lapangan, wisatawan yang berhasil dievakuasi tersebut mengalami luka di bagian kaki sehingga kesulitan berjalan. Namun, jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan wisatawan yang selamat. 

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Bali, banyak yang berwajah ceria karena berhasil dievakuasi. Tetapi banyak juga yang datang dengan wajah lelah. 

Bahkan, ada yang harus dievakuasi tanpa membawa bagasi atau barang-barang mereka. Pasalnya, bagasi atau barang-barang mereka tertinggal di Gili Trawangan karena hotel yang rusak akibat gempa. 

Ketua Asosiasi Hotel di Bali Ricky Darmika mengatakan, berdasarkan data yang dia dapat, ada sekitar 46 wisatawan domestik yang kehilangan barang di Gili Trawangan karena lebih mengutaman keselamatan diri saat terjadi gempa.

Saat ini, pihaknya masih berusaja menolong wisatawan yang mengalami kejadian ini dengan menghubungi pihak hotel di Gili Trawangan untuk mengirimkan bagasi wisatawan tersebut.

"Kita usahalan agar barangnya diantarkan hotel tersebut ke Bali," katanya, Selasa (7/8/2018).

Walid Boukhedena wisatawan asal Asutralia yang berhasil dievakuasi mengatakan dia seharusnya berada di Gili Trawangan untuk merayakan bulan madu bersama istrinya selama 12 hari. Pada hari kedua, Lombok termasuk Gili Trawangan diguncang gempa berkekuatan 7 skala ritcher (SR) dan berpotensi Tsunami. Kejadian ini menimbulkan kepanikan baginya. 

Dia menuturkan, karena kejadian ini dia harus tidur di bukit. Dia juga kesulitan mendapatkan makanan dan minuman. 

"Saya kemungkinan tidak akan ke Gili dulu untuk beberapa lama, kira-kira hingga 5 tahun ke depan," katanya kepada Bisnis, Senin (6/8/2018).

Sementara, Marc Dyer, turis  dari Inggris. Dia sendiri mengatakan tidak masalah jika nantinya harus berlibur di Gili Trawangan lagi.  Menurutnya, pascagempa, makanan dan minuman yang ada di toko-toko diambil secara gratis sebab semua dalam keadaan panik.

Adapun sejak Senin (6/8/2018), 86 wisatawan Gili Trawangan berhasil dievakuasi menggunakan kapal milik PT. Pelni. Sementara, pada Selasa (7/8/2018), ada 540 wisatawan yang dievakuasi menggunakan kapal milik perusahaan swasta.

Pada Selasa (7/8/2018) subuh datang 190 wisatawan dengan kapal perusahaan swasta dan 150 wisatawan lagi menggunakan kapal navigasi. 

 

 

Tag : gempa lombok
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top