Dini Hari, Ratusan Wisatawan Gili Trawangan Berhasil Dievakuasi ke Bali

Ratusan wisatawan dari Gili Trawangan telah dievakuasi menuju Bali dengan menggunakan transportasi laut yang disediakan secara gratis pada Senin (6/8/2018) tengah malam hingga Selasa (7/8/2018) subuh.
Ni Putu Eka Wiratmini | 07 Agustus 2018 07:40 WIB
Sejumlah wisatawan mancanegara menuruni kapal cepat ketika tiba di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8). Sedikitnya 700 orang wisatawan bersama warga setempat dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal mengantisipasi terjadinya gempa susulan. - Antara

Bisnis.com, BENOA - Ratusan wisatawan dari Gili Trawangan telah dievakuasi menuju Bali dengan menggunakan transportasi laut yang disediakan secara gratis pada Senin (6/8/2018) tengah malam hingga Selasa (7/8/2018) subuh.

Adapun transporatasi laut yang digunakan mengangkut wisatawan merupakan bantuan dari pemerintah dan swadaya perusahaan swasta.

Pantauan Bisnis di lapangan, Kapal Bainaya millik PT Pelni telah mengevakuasi  86 wisatawan pada Senin (6/8/2018) pukul 23.15 Wita. Kemudian, kapal Bounty Cruise telah mengangkut 540 wisatawan pada Selasa (7/8/2018) pukul 01.15 Wita. 

Dijadwalkan pula, pada hari yang sama yakni Selasa (7/8/2018) subuh, kapal Patagonia Xpress Bali juga berhasil mengangkut 190 wisatawan, dan kapal navigasi benoa dengan kapasitas 150 wisatawan. 

Kepala Cabang Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Benoa Dadang Rukmana mengatakan kondisi cuaca ikut mempengaruhi sulitnya evakuasi. Pasalnya, ombak dan angin begitu besar sehingga evakuasi menuju kapal sulit dilakukan. Selain juga karena banyaknya wisatawan yang perlu dievakuasi dan minimnya boat yang mampu mengangkut.

Adapun kapal Bonaiya milik PT Pelni mampu mengangkut 900 penumpang. Namun, karena permasalahan cuaca, hanya 417 penumpang yang berhasil diangkut.

Itupun, 331 di antaranya merupakan penumpang dari Labuan Bajo yang memang dijadwalkan berlayar menuju Bali. Sementara, hanya 86 wisatawan di Gili Trawnagan yang mampu dievakuasi menggunakan kapal ini. Dari 86 penumpang tersebut, 31 warga negara asing (WNA) dan 55 Warga Negara Indonesia (WNI).

"Kapal tersebut seharusnya berlayar dari Pelabuhan Bima menuju Benoa tetapi kita bawa dulu ke Gili Trawangan mengevakuasi wisatawan," kata Dadang, Senin (6/8/2018).

Sementara, jika kapal milik PT. Pelni lebih banyak mengangkut WNI, kapal milik perusahaan swasta yakni Bounty Cruise dan Patagonia Xpress Bali mengangkut hampir sebagian besar wisatawan mancanegara. 

Pantauan Bisnis di lapangan, wisatawan-wisatawan tersebut terlihat senang akhirnya mampu dievakuasi. Banyak juga dari mereka yang terlihat kelelahan. Bahkan, ada yang mengalami luka-luka dan harus dipapah ataupun menggunakan kursi roda.

 

 

Tag : gempa lombok
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top