Gunung Agung Erupsi, Turis Diprediksi ke Lombok

Menindaklanjuti penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali hingga 18 jam ke depan, Kementerian Pariwisata menyarankan pelaku industri pariwisata di Lombok mulai bersiap.
Amanda Kusumawardhani | 27 November 2017 14:24 WIB
Wisatawan mancanegara mengunjungi Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA - Menindaklanjuti penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali hingga 18 jam ke depan, Kementerian Pariwisata menyarankan pelaku industri pariwisata di Lombok mulai bersiap.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memperkirakan wisatawan mancanegara (wisman) bakal beralih ke Lombok sebagai akibat dari ditutupnya bandara di Bali.

“Pesan saya, beri kemudahan dan layani mereka dengan istimewa. Mereka adalah calon-calon konsumen loyal, jika industri berempati dengan mereka, di saat mereka sedang membutuhkan pertolongan,” kata Arief mengutip keterangan resminya, Senin (27/11/2017).

Sebaliknya, jika mereka diperlakukan tidak wajar, Arief memastikan mereka akan bersikap antipati. Akibatnya, mereka bisa bercerita viral di media sosial yang tidak menguntungkan bisnis pariwisata di Lombok ke depan.

Untuk itu, Arief meminta para penyedia akomodasi, seperti hotel, resor, homestay, penginapan, memberi diskon lebih dari 50%.

"Lebih besar, lebih bagus, agar wisatawan merasa tidak dimanfaatkan. Mereka sudah susah karena jadwal kepulangan mereka tidak lancar karena bencana. Jangan dibuat makin susah,” tutur Arief.

Soal transportasi selama di Lombok, Arief enghimbau para pelaku pariwisata menyediakan transportasi gratis dari hotel ke bandara. Jika memungkinkan, para pelaku pariwisara bisa sekaligus memperkenalkan destinasi unggulan di Lombok agar mereka tidak bosan.

"Ketiga, jika orang yang antre banyak, siapkan hiburan apa saja yang membuat mereka asyik. Bisa di hotel, bandara, pelabuhan, maupun tempat berkumpul mereka. Beri atraksi yang membuat mereka merasa nyaman," tukas Arief.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Faozal juga sedang mengumpulkan industri pariwisata di Lombok untuk menindaklanjuti instruksi Kemenpar.

“Saran dan anjuran Pak Menteri Arief Yahya akan kami teruskan ke kawan-kawan industri. Kami akan menawarkan promosi, tur, agar bisa memperkenalkan keunggulan destinasi Lombok,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top