Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terbukti Populer! Paris Akan Pertahankan Teras Kafe Era Covid

Di Paris, banyak teras kafe sementara yang didirikan di jalan-jalan kota dan terus berkembang selama pandemi.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 16 Juni 2021  |  12:49 WIB
Pelanggan berduyun-duyun ke teras kafe yang dibuka kembali di Paris pada 19 Mei 2021.  - Bloomberg/Nathan Laine
Pelanggan berduyun-duyun ke teras kafe yang dibuka kembali di Paris pada 19 Mei 2021. - Bloomberg/Nathan Laine

Bisnis.com, JAKARTA - Di Paris, banyak teras kafe sementara yang didirikan di jalan-jalan kota dan terus berkembang selama pandemi.

Mengutip Bloomberg, Rabu (16/6/2021), panduan baru yang diterbitkan 14 Juni oleh Pemkot menyediakan jalan legal bagi 9.800 kafe, bar, dan restoran Paris--yang mendirikan teras kafe sementara di luar ruangan di setiap musim panas—dalam beberapa kasus bisa menjadi permanen.

Di bawah peraturan baru, bisnis akan diizinkan untuk mengambil alih hingga tiga tempat parkir di depan tempat mereka untuk teras musim panas, yang akan dibuka dari awal April hingga akhir Oktober.

Saat pandemi mereda, toko bunga, toko buku dan kaset juga akan diundang untuk membuka teras musim panas, memindahkan sebagian besar bisnis mereka di luar ruangan.

Selain itu, mereka juga dapat mengajukan permohonan 'teras tahunan' yang buka sepanjang tahun, asalkan menempati tidak lebih dari satu tempat parkir.

Teras era Covid Paris — seperti rekan-rekan mereka di kota-kota di seluruh dunia — terbukti populer, memberi warga tempat yang relatif aman untuk bersosialisasi selama pandemi dan menjadikan bisnis perhotelan sebagai penyelamat.

Namun, menjadikan fasilitas ini permanen kemungkinan akan memusuhi beberapa kelompok, dan berpotensi memicu serangkaian perdebatan serupa di kota-kota dunia.

Hal ini lantaran penduduk di sekitarnya mengkhawatirkan kebisingan tambahan dari teras yang tidak ada ketika mereka pertama kali pindah. Kebisingan yang mungkin kurang mereka toleransi sekarang bukan lagi adaptasi jangka pendek untuk membantu kota mengatasi krisis.

Pengemudi Paris kemungkinan juga membenci penyusutan ruang yang mereka miliki untuk memarkir mobil.

Untuk meredakan ketegangan, Kota Paris memperbaiki beberapa aturan yang bisa menenangkan warga. Semua teras baru harus ditutup pada pukul 10.000 malam, dan tidak ada lagi yang memainkan musik.

Teras juga harus dapat diakses kursi roda, dan dirapikan kembali dengan mempertimbangkan pengguna jalan lain, membiarkan trotoar bebas untuk pejalan kaki. Dan untuk alasan lingkungan, bisnis tidak dapat menggunakan pemanas teras.

Pengemudi, sebaliknya, disambut dengan sikap yang kurang kompromi. Rencana teras merupakan bagian dari upaya keseluruhan untuk mengurangi jumlah tempat parkir di kota hingga 60.000 — bagian dari dorongan berkelanjutan oleh pemerintahan Wali Kota Hidalgo untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi di dalam kota.

Jika aturan teras yang baru mencegah pengemudi membawa mobil mereka ke kota, pemerintah kota kemungkinan akan melihatnya sebagai hal yang baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

restoran kafe paris
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top