Mengenal Sejarah Jerman di Museum Karlsruhe

Siang itu, saat menjejeaki kaki di Kota Karlsruhe -- terletak di Jerman selatan, tepatnya negara bagian Baden-Württemberg yang berbatasan langsung dengan negara Prancis dan Swiss-saya begitu terperanjat. Karlsruhe, yang juga dikenal sebagai Kota Hukum di Jerman dan jarak dari Stuttgart, Ibu Kota Provinsi Baden-Württemberg, sekitar 80 km, terasa sepi.
Martin Sihombing | 06 Oktober 2018 15:56 WIB
Suasana Museum Karlsruhe di Jerman - Jibi/Martin Sihombing

Siang itu, saat menjejeaki kaki di Kota Karlsruhe -- terletak di Jerman selatan, tepatnya negara bagian Baden-Württemberg yang berbatasan langsung dengan negara Prancis dan Swiss-saya begitu terperanjat. Karlsruhe, yang juga dikenal sebagai Kota Hukum di Jerman dan jarak dari Stuttgart, Ibu Kota Provinsi Baden-Württemberg, sekitar 80 km, terasa sepi.

Di depan Istana Karlsruhe (Karlsruher Schloss) --sebuah istana yang didirikan pada 1715 atas perintah Markgraf Karl III Wilhelm dari Baden-Durlach, setelah terjadinya sengketa dengan warga ibu kota negara yang sebelumnya, yaitu Durlach—nyaris tidak ada orang. Hanya sepasang anak manusia yang berjemur di depan pintu masuk istana. Semenjak itu, kota Karlsruhe mengalami pertumbuhan yang pesat. Kini istana ini menjadi tempat berdirinya Badisches Landesmuseum Karlsruhe.

Seperti halnya kota besar lain di Jerman, Sabtu dan Minggu adalah hari ‘mati’. Pusat-pusat perbelanjaan pun demikian. Sebagian warga kota,biasanya, memilih di rumah, beribadah atau berlibur ke luar kota.

Namun, suasana itu, tidak mengurangi asyiknya kota. Karlshruhe merupakan kota kedudukan Mahkamah Agung dan Pengadilan Tertinggi Jerman. Oleh karena itu, Karlsruhe dikenal juga sebagai Kota Hukum di Jerman. Jarak Karlsruhe dari Stuttgart, ibu kota provinsi Baden-Württemberg, berkisar 80 km dan dari Mannheim sekitar 60 km.

Sejak dahulu, Karlsruhe terkenal sebagai daerah inovasi di Jerman. Banyak orang terkenal dan penemu besar tinggal di sini, misalnya Karl Benz pendiri perusahaan mobil Mercedes Benz, Heinrich Rudolf Hertz yang namanya sekarang diabadikan sebagai satuan frekuensi, dan lain sebagainya.

Selama Perang Dunia Kedua, seluruh kastil diberi cat kamuflase gelap untuk membuatnya sulit untuk merekam target dari udara. Pada September 1944, bagaimanapun, Istana Karlsruhe hancur total dengan serangan pemboman. Istana ini harus dibangun lagi pada 1746 dengan bahan baku berupa batu. Dibangun kembali - meskipun ada pertimbangan sementara untuk menghancurkan reruntuhan untuk pembuatan perumahan baru - dan memulihkan façade bersejarah. Selama rekonstruksi, kamar-kamarnya dirancang sesuai dengan kondisi teknis museum terbaru.

Di bagian belakang istana ini, terbentang taman berumput yang luas. Dengan pepohonan yang besar dan rindang. Danau kecil, yang pada bagian sisi kiri kananya ditaruh kursi untuk dua orang, menjadi tempat angsa berenang dan mencari makan.

Di sisi lain, pada areal rerumputan yang hijau, dilintasi kereta tua. Kita bisa menikmati istana sambil menghirup udara segar dan menayangkan seperti apa kehidupan saat istana itu masih berfungsi.

Taman istana – terletak di utara istana - awalnya dibuat dalam gaya Barok Prancis, tetapi bahkan pada abad ke-18, Karl duke Karl Friedrich membiarkan membangun kembali bagian taman sebagai "taman lanskap" Inggris . Danau yang indah mengundang untuk berlama-lama di samping area hijau yang luas di sekitar istana, serta air mancur dan patung dari berbagai periode. Dari April hingga Desember, semua 'Orang Suci' mengoperasikan kereta api taman kastil di sirkuit sepanjang 2,5 km di taman yang terawat baik.

Istana ini tak hanya menghadirkan kemegahan sejarah Jerman pada masa lalu. Lebih dari itu, museum yang didirikan pada 1919, The Baden State Museum --di dalam area Istana Karlsruhe-- menampilkan contoh-contoh pencapaian budaya dari setiap era umat manusia. Pengunjung dapat melihat karya-karya yang berasal dari sejarah awal serta budaya pra-Hellenic di Upper Rhine, belum lagi vas dan terracotta kuno, karya seni kuno, dan monumen batu Romawi.

Museum ini juga menawarkan patung mulai dari Abad Pertengahan ke zaman modern, serta ukiran gading, kaca dicat, tekstil, perabotan, keramik, dan karya logam dan kaca. The Museum on Marktplatz menunjukkan karya-karya penting dari Art Nouveau, Art Déco, serta mode dan desain abad ke-20. Pameran The Baden State Museum adalah museum utama untuk sejarah budaya di negara bagian federal Baden-Württemberg, dan salah satu museum profil tertinggi di Jerman. Museum ini memiliki koleksi internasional yang signifikan yang mencerminkan seni dan warisan budaya zaman prasejarah dan kuno. Ditampilkan di beberapa museum, pameran ini tersebar hingga abad ke-21.

Museum utama (Hauptmuseum) terletak di Karlsruhe Palace. Pameran utamanya meneliti perkembangan dari zaman prasejarah dan zaman dahulu hingga monarki absolut. Koleksi ini dilengkapi dengan serangkaian pameran khusus, seperti pameran di Timur atau Zaman Neolitik.

Museum ini melekat erat dengan filosofinya tentang 'Fokus pada orang-orang' dengan desain koleksi yang jelas dan berkesan serta pameran sementara. Program bervariasi dari acara yang menyertainya dan persembahan pendidikan telah membuat the Baden State Museum menjadi atraksi populer sepanjang tahun.

Tag : trip
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top