Wujudkan Babel Jadi Paradise Indonesia

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Babel ikut mendukung gerakan percepatan mewujudkan wilayah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata baru di Indonesia. Dukungan itu, misalnya, dengan menyambut baik rencana lima investor asing yang siap berinvestasi di Pulau Belitung senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 5 triliun.
Asteria Desi Kartika Sari | 02 Maret 2018 13:18 WIB
Pulau Lengkuas di Bangka Belitung - Bisnis Indonesia/Syafri Ario

Bisnis.com, JAKARTA-- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus berbenah untuk mewujudkan Sebagai salah satu wilayah dari 10 “Bali Baru” Indonesia.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Babel ikut mendukung gerakan percepatan mewujudkan wilayah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata baru di Indonesia. Dukungan itu, misalnya, dengan menyambut baik rencana lima investor asing yang siap berinvestasi di Pulau Belitung senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 5 triliun.

“Saya bersyukur Pak Gubernur Erzaldi Rosman Djohan adalah sosok yang punya visi baik tentang pariwisata sehingga dengan adanya investasi itu Babel sebagai Maldives Island (Maldives) atau Maladewa-nya Indonesia bisa segera terwujud,” kata Ketua Kadin Provinsi Babel, Thomas Jusman melalui keterangan resminya yang diterima, Jumat (2/2/2018).

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi pada Senin (26/2) lalu menerima kunjungan lima investor asing yang berencana berinvestasi di Pulau Belitung. Kelima pengusaha yang terdiri atas Greaves dari Kanada, Ameenulahu Bin Abu Hameed dari Malaysia, Nazarisham Bin Muhamed Isa dari Singapura, Sinpraseuth Robert dari Australia dan Subramani dari India.

Dia berharap muncul gubernur yang memiliki visi mengembangkan potensi Babel di luar pertambangan timah. Kendati industri pertambangan tetap menjanjikan, akan tetapi perlu proses transformasi melalui prinsip pengelolaan pertambangan yang baik dan benar (good mining practice) menuju sektor industri yang lain seperti pariwisata. Pasalnya, industri ini sangat menjanjikan di masa mendatang untuk wilayah Babel.

" Inilah yang kerap disebut sebagai sunrise industry atau industri yang menjanjikan,"

Selain Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN) Tanjung Kelayang, Belitung yang telah ditetapkan sebagai salah satu tujuan wisata yang baru, maka Bangka juga mengharapkan hal yang sama: berharap mendapat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Oleh karena itu, selain pemerintah provinsi, Thomas sebagai Ketua Kadin Babel merupakan salah satu pengusul dan pemrakarsa percepatan KEK di Bangka. Adapun lokasi KEK yang diusulkan adalah KEK Pantai Timur Sungailiat. “Sebagai putra daerah, kami mengajak teman-teman untuk bersama-sama mewujudkan KEK tersebut,” tutur Thomas.

Karena Gubernur Erzaldi punya visi yang sama dalam mengembangkan potensi pariwisata di Babel, maka percepatan KEK itu menjadi keniscayaan. Bahkan tidak hanya satu melainkan ditambah dengan KEK Tanjung Gunung. Menurut Thomas, dalam berbagai kesempatan baik pemerintah provinsi maupun Kadin acap mempromosikan Babel sebagai daerah tujuan wisata.

Investor dipersilakan mengunjungi wilayah itu dan lihatlah keindahannya. Umumnya, mereka yang mengunjungi Babel terkesan dengan keindahan alamnya sehingga tanggapannya selalu positif. Mereka berpendapat bahwa potensi pariwisata tersebut sudah seharusnya digarap secara serius.

Tag : pariwisata, babel
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top