Indahnya Air Terjun 3 Tingkat di Mount Lu

Kota Jiujiang berada di bagian utara Provinsi Jiangxi China, di antara pertemuan Sungai Yangtze dan jalur kereta Beijing-Kowloon.
Akhirul Anwar | 29 April 2017 07:10 WIB
Air terjun tiga tingkat di pegunungan Lushan, Provinsi Jiangxi China. - Bisnis Indonesia/Akhirul Anwar

Bisnis.com, JIUJIANG - Kota Jiujiang berada di bagian utara Provinsi Jiangxi China, di antara pertemuan Sungai Yangtze dan jalur kereta Beijing-Kowloon.

Daerah berpenduduk 5 juta jiwa ini cukup maju lantaran industri pariwisata alam yang indah serta berdiri kawasan industri berteknologi tinggi.

Di sela-sela perjalanan selama 10 hari melintasi tujuh kota dan dua provinsi dalam rangka China-Asean Media Journey on The 21st Century Maritime Silk Road 2017 yang diselenggarakan oleh Asean-China Centre (ACC) bekerjasama dengan China Report pada 17-27 April 2017, rombongan rehat sejenak untuk berwisata.

Cuaca relatif dingin pada Minggu (23/4/2017) saat berangkat dari hotel menuju wisata air terjun tiga tingkat (Three-Step Waterfall). Lokasi persisnya berada di sisi selatan pegunungan Lushan (Mount Lu ; 1470 mdpl). Ketinggian air terjun mencapai 215 meter dan menduduki urutan keempat keterkenalannya di China.

Pada Hari Minggu cukup ramai pengunjung untuk berwisata maupun olahraga hiking di Mount Lu. Sebagian besar membawa anggota keluarga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penduduk Jiujiang dan sekitarnya memiliki beberapa destinasi wisata, tetapi air terjun Mount Lu ini menjadi favorit.

Hanya tersedia satu jalur naik dan turun dengan ribuan anak tangga sehingga cukup padat ketika sedang banyak pengunjung. Diperlukan kurang lebih 40 menit jalan kaki menaiki tangga dari lapangan parkir kendaraan agar bisa sampai lokasi air terjun.

Jarak tempuh sepanjang 2,5 kilo meter cukup panjang dan melelahkan. Jika tidak terbiasa hiking dipastikan tidak mampu untuk mencapai finish, karena harus melewati tanjakan anak tangga. Beberapa wartawan pun menyerah untuk sampai di muka air terjun.

Namun, tidak sedikit pengunjung berusia lansia berjalan perlahan menggunakan tongkat diiringi musik tradisional China melalui ponsel di tangan. Tidak ketinggalan seduhan air teh hijau di botol, sesekali diseruput sambil istirahat.

Penduduk China selalu minum teh kemanapun dan dimanapun sebagai budaya sekaligus menjaga kesehatan. Tidak heran ketika mendarat di Bandara Guangzhou, saya melihat setiap petugas selalu berdekatan dengan botol berisi teh. Di tempat umum juga selalu tersedia air panas untuk isi ulang penyeduh teh.

Setelah perjalanan 40 menit, akhirnya sampai di air terjun tiga tingkat. Kelelahan terbayar dengan pemandangan air terjun tiga tingkat dikelilingi tembok gunung batu yang indah.

Di hadapan air terjun dibangun semacam pelataran untuk memudahkan pengunjung mengambil foto. Semakin nikmat, jika memesan teh hijau panas didampingi kue lokal atau telur rebus hitam.

Wisata menjadi salah satu yang terpenting di Jiujiang. Namun, pemerintah setempat menempatkan industri sebagai tulang punggung ekonomi. Terdapat sejumlah industri andalan yakni otomotif, mesin, petrokimia dan produksi kapal. Dibandingkan kota lain di China memang skala industrinya relatif kecil.

Tag : pariwisata
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top