Mongolian Culture Center Dibuka di Tanjung Lesung

Setelah penghujung tahun lalu, PT Banten Tourism Development Corporation dan Kedutaan Besar Mongolia memulai proyek Mongolian Cultural Center, hari ini tempat tersebut resmi dibuka di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Minggu (23/4).
Ramdha Mawaddha | 23 April 2017 23:03 WIB
Ulanbaatar, Mongolia - Reuters

Bisnis.com, BANTEN—Setelah penghujung tahun lalu, PT Banten Tourism Development Corporation dan Kedutaan Besar Mongolia memulai proyek Mongolian Cultural Center, hari ini tempat tersebut resmi dibuka di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Minggu (23/4).

Dibangun di atas lahan seluas satu hektar, Mongolian Cultural Center ini didesain langsung oleh arsitek asal Mongol, Batmunkh Oyunbat. Secara konsep, pusat kebudayaan ini juga dirancang oleh Duta Besar Mongolia di Indonesia, Madam Battsetseg Shagdar.

Konsep ini sengaja diserahkan kepada orang-orang asli Mongolia agar tingkat kualitas dan otentisitas bangunannya dapat terjaga. Sehingga para pengunjung dapat merasakan kehidupan Mongolia yang sebenarnya. Demikian halnya dengan material yang digunakan untuk membuat tenda khas Mongol (GER), semuanya berasal dari Mongolia. Selain dapat merasakan sensasi bermukim di Mongolia, pengunjung juga bisa mnikmati dan mempelajari ragam kebudayaan unik dan menarik. Diantaranya berkuda, memanah, bermain ankle bones game hingga mencicipi kuliner khas Mongolia.

Pendirian Mongolian Cultural Center ini awalnya diprakarsai oleh Chairman Jababeka Group, S.D Darmono yang tak lain merupakan utusan kebudayaan Mongolia di Indonesia sejak Januari 2016. Darmono berkolaborasi dengan kedutaan Mongolia di Indonesia untuk mendirikan pusat kebudayaan ini. “Hari ini menjadi momentum sangat penting untuk mempromosikan Indonesia lewat adanya pusat kebudayaan ini.

Dengan mempromosikan keberadaan Mongolian Cultural Center ini akan memberikan dampak besar kepada Indonesia,” kata Darmono. Selain itu, Darmono juga meyankinkan jika kehadiran Mongolian Cultural Center ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Tanjung Lesung yang telah ditetapkan sebagai KEK.

Senada dengan Darmono, Madam Battsetseg Shagdar juga berharap dengan kehadiran pusat kebudayaan ini bisa mengundang banyak wisatawan ke Indonesia maupun ke Mongolia. Mengingat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Mongolia masih sangat sedikit. Tak hanya itu, Madam Battsetseg Shagdar juga mengatakan, jika ini merupakan sebuah upaya untuk mempererat jalinan kerja sama antara Indonesia dan Mongolia yang baru tiga tahun memiliki kedutaan besar di Indonesia.

Tag : tanjung lesung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top