Bersepeda Menikmati Kota Baru di Jambi

Menikmati suasana kawasan Kota Baru Kota Jambi dengan bersepeda menjadi salah satu sajian wisata khas di kawasan itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Januari 2017  |  13:25 WIB
Bersepeda Menikmati Kota Baru di Jambi
Sepeda yang disewakan warga untuk pengunjung Candi Muara Jambi - Bisnis.com/Nancy Junita

Bisnis.com, JAMBI - Menikmati suasana kawasan Kota Baru Kota Jambi dengan bersepeda menjadi salah satu sajian wisata khas di kawasan itu.

"Hanya dengan menyewa Rp5 ribu per jam, bisa mendapatkan sepeda sewaan yang masih bagus dan berkeliling kawasan ini," kata Lily (22) salah seorang pengunjung Taman Perumnas Kota Jambi, Kamis (19/1/2017).

Dia bersama beberapa temannya menyewa sepeda jenis MTB yang berjejer di pinggir Jalan Brigjen Basuki Rahmat tepatnya dekat Taman Perumnas atau salah satu sudut dari kawasan Kantor Wali Kota Jambi.

Dengan menyewa sepeda itu, bisa menikmati suasana di kawasan Kota Baru, Kompleks Gelanggang Remaja, kompleks perkantoran Kota Jambi serta memasuki lorong-lorong di kawasan Perumnas yang merupakan salah satu perumahan yang dibangun pertama di kota itu.

Kendati sepedanya disiapkan menggunakan perseneling gigi, namun pengguna tidak perlu oper gigi karena jalur di kawasan itu cukup landai.

Mulai dari kawasan Taman Perumnas, kemudian masuk di Tugu Monas Jambi, kawasan pedestrian selanjutnya memilih jalur di kawasan itu.

Persewaan sepeda wisata di sudut Kota Jambi itu tidak pernah libur atau selalu melayani setiap hari. Para pengelola persewaan sepeda itu sudah sigap sejak pukul 07.00 WIB memajang sepeda sewaan itu.

Sedangkan sore hari jam operasinya hingga pukul 17.00 WIB, atau bisa juga mengorder untuk penggunaan malam hari.

"Jalurnya tidak terlalu padat, aman untuk bersepeda. Termasuk juga bagi anak-anak," kata Sonia (26).

Selain sepeda MTB, sepeda wisata untuk anak-anak juga disiapkan di lokasi itu dengan tarif yang sama. Bahkan beberapa penyewa juga bisa memilih sepeda ganda yang bisa dikayuh berdua.

"Sepedanya sudah ada, tapi sayang jalurnya belum didesain khusus sehingga masih berbaur dengan kendaraan. Rambu petunjuk bagi pengendara sepeda juga diperlukan sehingga mereka bisa mengikuti rute wisata sepeda, terutama saat masuk lorong perumahan," katanya.

Sementara itu salah seorang pengelola sepeda wisata, menyebutkan mereka selalu stand by setiap hari. Meski demikian pengunjungnya masih fluktuatif khususnya pada hari-hari biasa.

"Pengguna meningkat pada akhir pekan atau libur, ada juga yang menyewa untuk kegiatan tertentu. Ya kita layani," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jambi

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top