Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bromo Status Waspada: Peserta Ritual Yadnya Kasada Dibatasi

Peserta upacara ritual Yadnya Kasada yang naik ke kawah Gunung Bromo dibatasi seiring dengan status waspada gunung berketinggian 2.329 meter dari permukaan laut itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Juli 2016  |  12:18 WIB
Bromo Status Waspada: Peserta Ritual Yadnya Kasada Dibatasi
Sejumlah warga menunggani kuda saat beraktivitas di sekitar Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (12/7/2016). - Antara
Bagikan

Bisnis.com,  PROBOLINGGO - Peserta upacara ritual Yadnya Kasada yang naik ke kawah Gunung Bromo dibatasi seiring dengan status waspada gunung berketinggian 2.329 meter dari permukaan laut itu.

"Sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyatakan batas aman Gunung Bromo dalam radius 1 kilometer, sehingga peserta ritual Kasada yang boleh naik ke kawah Bromo juga dibatasi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo Dwijoko Nurjayadi di Probolinggo, Selasa (19/7/2016).

Puncak upacara Yadnya Kasada digelar warga suku Tengger pada 20-21 Juli di Pura Luhur Poten dan puncak Gunung Bromo yang diikuti oleh seluruh warga Tengger yang tersebar dari berbagai daerah.

Menurut dia, BPBD berkoordinasi dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, tokoh masyarakat dan dukun Suku Tengger, dan pihak terkait lainnya sesuai rekomendasi PVMBG tentang kegiatan ritual Suku Tengger tersebut.

"Ada beberapa poin yang kami sepakati dalam pertemuan tersebut yang tujuannya demi keamanan dan kekhusyukan ritual Yadnya Kasada yang akan dilangsungkan selama dua hari itu," tuturnya.

Beberapa kesepakatan itu yakni warga masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo, sehingga dipasang rambu-rambu larangan bagi yang tidak punya kepentingan dengan ritual Yadnya Kasada dan imbauan keras untuk tidak mendekat ke kawah.

"Pada saat acara ritual Yadnya Kasada ada perlakuan khusus dengan melihat faktor keamanan dan saat kegiatan lontar persembahan telah dilakukan koordinasi oleh Ketua Adat Desa Wonokitri dan Desa Ngadisari, sehingga hanya orang tertentu saja yang melakukan pelontaran persembahan yang diperbolehkan naik ke bibir kawah Bromo," katanya.

Dikatakan, pengamanan dilakukan oleh TNBTS dan panitia lokal dengan memberlakukan pengawasan pintu masuk lautan pasir, baik dari Probolinggo maupun Pasuruan, bahkan mereka juga akan melakukan pengamanan 24 jam melalui patroli di lautan pasir sebelum digelar kegiatan ritual.

"Dengan begitu, wisatawan yang berkunjung ke Bromo saat digelar upacara Yadnya Kasada hanya diperbolehkan hingga batas atau patok yang telah dibuat oleh pihak TNBTS sebagai pengelola wisata Gunung Bromo," ujarnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung bromo

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top