Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nelayan Kamboja Serang & Perkosa Turis Prancis di Thailand

Lima nelayan Kamboja mengaku telah memerkosa dan menyerang wisatawan asal Prancis di sebuah pantai terisolir Thailand, menurut keterangan kementrian luar negeri Kamboja.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 Maret 2016  |  13:14 WIB
Nelayan Kamboja Serang & Perkosa Turis Prancis di Thailand
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Lima nelayan Kamboja mengaku telah memerkosa dan menyerang wisatawan asal Prancis di sebuah pantai terisolir  di Thailand, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Kamboja.

Polisi Thailand menyatakan empat wisatawan Prancis diserang pada Sabtu (27/2/2016) di kawasan Koh Kood, sebuah pulau terpencil dekat  perbatasan laut Thailand dengan Kamboja. Kawasan itu dikenal memiliki hutan liar dan pantai yang indah.

Tim penyelidik menyatakan, para penyerang berenang dari kapal mereka untuk menyerang wisatawan itu dan memerkosa dua wanita di bawah ancaman pisau. Para pemerkosa tertangkap ketika berupaya melarikan diri.

Kementrian Luar Negeri Kamboja menyatakan, lima nelayan telah mengakui perbuatan mereka kepada Eat Sophea, Duta Besar Kamboja untuk Thailand bahwa mereka telah menyerang dan memerkosa wisatawan tersebut sebagaimana dikutip channelnewsasia.com, Selasa (1/3/2016).

"Dalam pertemuannya dengan Duta Besar Kamboja, kelima nelayan mengakui bahwa mereka benar terlibat dalam penyerangan dan pemerkosaan atas turis tersebut,” menurut pernyataan kementerian itu.

Kejadian tersebut berlangsung ketika kelima nelayan tengah mabuk minuman keras, menurut pernyataan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisatawan thailand

Sumber : channelnewsasia.com

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top