Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WISATA FIJI: Turis Asing Buru-buru Tinggalkan Fiji Akibat Badai Terburuk

Wisatawan internasional hari ini mulai meninggalkan kawasan wisata di Fiji yang dihantam badai terburuk sepanjang sejarah negara di kawasan Pasifik tersebut
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Februari 2016  |  09:18 WIB
WISATA FIJI: Turis Asing Buru-buru Tinggalkan Fiji Akibat Badai Terburuk
Ilustrasi. - .
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Wisatawan internasional hari ini mulai meninggalkan kawasan wisata di Fiji yang dihantam badai terburuk sepanjang sejarah negara di kawasan Pasifik tersebut.

Mereka khawatir jumlah korban tewas kian bertambah setelah enam mayat ditemukan akibat badai tropis Winston. Akan tetapi Fiji Broadcasting Corporation melaporkan sedikitnya sepuluh orang tewas, sedangkan tujuh nelayan dilaporkan hilang.

Badai super kuat tersebut telah menghancurkan kawasan wisata paling populer di wilayah itu dalam waktu satu malam pada Sabtu lalu.  Kecepatan angin mencapai 325 kilometer per jam.

Rumah-rumah rata dengan tanah dan infrastruktur hancur akibat bencana alam tersebut. Sejumlah saluran komunikasi terputus sehingga dikhawatirkan banyak korban yang tidak bisa dilaporkan.  

Direktur Oxfam untuk kawasan Pasifik, Raijeli Nicole menyatakan informasi mengenai daerah terpencil yang ikut dihantam badai belum diperoleh dan diperkirakan kondisinya kian memburuk.

"Warga Fiji terus berupaya memperbaiki saluran komunikasi, akan tetapi mereka sangat takut kalau berita yang mereka tunggu akan sangat mengerikan,” ujarnya sebagaimana dikutip channelnewsasia.com, Senin (22/2/2016).

Ekonomi Fiji sangat bergantung pada kunjungan wisatawan, terutama dari Australia dan Selandia Baru.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisatawan fiji
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top