Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KUNJUNGAN WISMAN: Jepang Dibanjiri Turis China

Turis asing yang mengunjungi Jepang serta uang yang mereka habiskan mencatat rekor tertinggi selam tahun lalu didorong oleh lonjakan wisatawan asal China akibat pelemahan nilai tukar negara itu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Januari 2016  |  10:01 WIB
KUNJUNGAN WISMAN: Jepang Dibanjiri Turis China
Kastil Osaka - osaka/info.jp
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Turis asing yang mengunjungi Jepang serta uang yang mereka habiskan mencatat rekor tertinggi selam tahun lalu didorong oleh lonjakan wisatawan asal China akibat pelemahan nilai tukar negara itu.

Jepang mencatat 19,7 juta kunjungan turis asing selama 2015 dengan belanja yang dihabiskan 3,5 triliun yen (US$30 miliar), menurut data yang dikeluarkan Organisasi Pariwisata Nasional Jepang.

Jumlah turis asal China daratan dilaporkan naik dua kali lipat menjadi 5 juta orang. Penyebabnya adalah pelemahan nilai yuan hingga 11% atas mata uang yen Jepang sejak Agustus tahun lalu.

Pariwisata menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di tengah stagnansi ekonomi Jepang, ujar Ayako Sera, analis Sumitomo Mitsui Trust Bank Ltd sebagimana dikutip BBC.co.uk, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, Jepang akan mempertahankan pertumbuhan dengan menarik lebih banyak turis asig masuk ke nagara itu pada tahun ini.

Kendati demikian, dia mengakui hal itu tidak mudah dilakukan di tengah lesunya ekonomi global.

Wisatawan China tercatat seperempat dari total wisatawan asing yang masuk ke negara itu selama tahun lalu. Sedangkan dari sisi pemasukan sektor pariwisata Jepang, mereka menyumbang 41% secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turis
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top