Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pariwisata Senegal Terancam Erosi Pantai

Kunjungan wisatawan asal Eropa untuk menghindari musim dingin ke Senegal terancam merosot akibat erosi pantai yang mengakibatkan sejumlah hotel terpaksa di tutup.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 Desember 2015  |  11:31 WIB
Senegal -
Senegal -

Bisnis.com, JAKARTA—Kunjungan wisatawan asal Eropa untuk menghindari musim dingin ke Senegal terancam merosot akibat erosi pantai yang mengakibatkan sejumlah hotel terpaksa di tutup.

Hotel mewah Espadon, misalnya, terpaksa tidak menerima tamu sejak tahun lalu akibat erosi pantai yang ganas tersebut. Lumpur pasir menggenangi kolam renang hotel yang terkenal di kalangan wisatawan asing yang sebagian besar berasal dari Eropa.

Akibat ombak besar yang terus menggerus pantai, beberapa hotel harus membuat pilihan antara menyelamatkan properti dengan membangun dinding pengaman atau membiarkan air masuk sehingga kehilangan segalanya.

"Setiap hari saya menerima turis yang tidak percaya dengan kondisi Hotel Espadon yang sebenarnya," ujar Sonore Khadim Tall, seorang pengawas bangunan. Mereka tidak percaya dan bahkan ada yang menangis melihatnya, ujarnya sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (16/12/2015).

Persoalan itu muncul ketika pengembang membangun hotel yang terlalu dekat dengan laut. Selain itu, pembangunan hotel sering mengeruk pasir pantai terdekat sehingga abrasi pantai kian cepat.

Kondisi itu membuat ekonomi Senegal terpengaruh karena 11% pendapatan negara itu berasal dari sektor pariwisata. Sekitar satu juta orang mengunjungi Senegal setiap tahun dan pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisata naik hingga tiga kali lipat. Akan tetapi, erosi pantai terus mengancam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata senegal

Sumber : Reuters

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top