Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berstatus Waspada, Wisatawan Dilarang ke Kawah Bromo

Wisatawan dilarang naik ke kawah puncak Gunung Bromo seiring dengan meningkatnya frekuensi kegempaan gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 November 2015  |  15:22 WIB
Berstatus Waspada, Wisatawan Dilarang ke Kawah Bromo
Wisata Gunung Bromo Wisatawan mengabadikan Gunung Bromo dari lokasi Penanjakan Satu di Probolinggo, Jawa Timur - Antara
Bagikan

Bisnis.com, PROBOLINGGO-- Wisatawan dilarang naik ke kawah puncak Gunung Bromo seiring dengan meningkatnya frekuensi kegempaan gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut itu.

"Radius aman 1 kilometer, sehingga wisatawan dilarang naik ke kawah Bromo dan aktivitas wisatawan dibatasi hingga lautan pasir saja," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari saat dihubungi dari Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (13/11/2015).

Menurutnya, TNBTS telah menerima pemberitahuan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tentang frekuensi kegempaan Gunung Bromo yang meningkat, namun status gunung tersebut masih waspada.

"Untuk itu, kami mengambil beberapa langkah yakni memasang rambu larangan naik ke kawah Gunung Bromo di empat pintu masuk dan di batas tangga naik ke kawah Bromo," tuturnya.

Untuk menghindari wisatawan yang nekat dan menerobos naik ke puncak Bromo, TNBTS menempatkan sejumlah petugas.

"Ada sekitar 10 personel yang disiagakan secara bergantian... terutama ditempatkan di tangga saat naik ke kawah Bromo," ujarnya.

Pihak TNBTS pun selalu berkoordinasi dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

"Kami akan meminta informasi secara intens dari PPGA dan PVMBG terkait dengan aktivitas Gunung Bromo dan status gunung tersebut, sehingga kami bisa melakukan antisipasi dan langkah-langkah lebih lanjut terhadap aktivitas wisatawan di Bromo," katanya.

Kendati aktivitas kegempaan Gunung Bromo meningkat, pihak TNBTS tidak menutup kawasan Bromo seluruhnya. Wisatawan tetap dapat menikmati matahari terbit dan tenggelam dari Pasir Berbisik.

Aktivitas vulkanik Gunung Bromo mengalami peningkatan sejak 30 Oktober 2015.

"Berdasarkan hasil pantauan petugas, gempa tremor amplitudo tercatat mencapai 3 milimeter pada Kamis (12/11/2015) sore," kata petugas PPGA Bromo, Ahmad Subhan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung bromo

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top