Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Fakta-fakta Foei Gras, Kuliner Khas Prancis Santapan Kalangan Atas

Di balik harga mahalnya ternyata Foei Gras dilarang di beberapa negara karena alasan ini.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 13 Oktober 2022  |  13:33 WIB
Fakta-fakta Foei Gras, Kuliner Khas Prancis Santapan Kalangan Atas
Foei Gras
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah seorang konten kreator TikTok, Sisca Kohl membagikan pengalamannya mengonsumsi hati angsa atau foie gras, sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin tidak mengetahui apa itu foie gras. 

Pasalnya makanan yang memiliki tekstur daging yang berlemak, kaya, lembut seperti beludru serta rasa yang harum ini dibanderol dengan harga yang tinggi. Sehingga disebut pula sebagai makanan kalangan atas.

Satu porsi foei gras dibanderol dengan harga beragam. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Dalam salah satu videonya Sisca Kohl juga menyebut, dia membeli foei gras dijumlahkan dengan harga truffle, menjadi Rp2.5 juta. 

Mengutip laman Vinmec International Hospital Thailand, foie gras merupakan hati angsa ataupun bebek asal Prancis. Makanan ini memiliki kandungan nutrisi tinggi dengan banyak vitamin dan mineral.

Negara yang melarang foie gras 

Namun, baru-baru ini publik mulai menyadari bahwa ada beberapa negara yang justru melarang produksi foie gras di negaranya. 

Mengutip laman animalequality, beberapa negara seperti Inggris, Jerman, Italia, Norwegia, Polandia, Turki, dan Israel, telah melarang produksi foie gras di negaranya.

Hal ini juga berlaku di negara bagian Amerika Serikat, seperti California serta Kota New York. Bahkan India sudah melarang impor makanan ini ke negaranya, dan menetapkan segala bentuk jual beli foei gras di negara ini adalah ilegal.

Mengapa? Hal ini dikarenakan produksi foie gras yang dinilai kejam

Pada laman Vinmec International Hospital Thailand disebutkan, selama produksi foie gras, bebek dan angsa akan dipaksa untuk memakan makanan khusus.

Makanan khusus ini seperti jagung. Tujuannya agar angsa ataupun bebek menjadi lebih gemuk dengan menumpuknya lemak di dalam dan sekitar hati.

Jika angsa tidak melalui proses ini, hati mereka tidak akan gemuk dan mulus. Bahkan, proses penggemukan ini disebut bisa membuat hati mereka 10 kali lebih besar.

Sebabkan masalah lingkungan dan kesehatan 

Animalequality juga menyebut, foie gras juga menyebabkan masalah lain selain kekejaman pada hewan. Di Amerika Serikat, produksi foie gras melanggar melanggar banyak undang-undang mengenai lingkungan. Sehingga produsennya hari membayar denda dan menghadapi berbagai inspeksi.

Selain itu, foie gras juga menimbulkan risiko yang signifikan bagi kesehatan masyarakat. Ini merupakan akibat buruk dari penelantaran unggas dan sistem imunnya melemah, sehingga rentan terhadap penyakit seperti flu burung. 

Hal ini mengkhawatirkan karena flu burung menular ke manusia. Di Prancis mengalami wabah flu burung pada tahun 2021 dengan mayoritas berada di lokasi foie gras.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner makanan prancis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top