Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warung Penyetan Legendaris di Surabaya, Pedasnya Nampol!

Berikut rekomendasi warung penyetan yang legendaris di Surabaya, yakni Penyetan Bang Ali.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 16 September 2022  |  14:24 WIB
Warung Penyetan Legendaris di Surabaya, Pedasnya Nampol!
Suasana di warung Penyetan Bang Ali. - Bisnis / Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Surabaya bisa dibilang identik dengan penyetan. Banyak warung makan yang menjual aneka ragam lauk penyet lengkap dengan sambal pedas yang bervariasi.

Salah satunya yang bisa jadi rekomendasi adalah Penyetan Bang Ali. Warung makan yang buka non-stop alias 24 jam ini menawarkan puluhan macam lauk penyet yang bisa dipilih sendiri oleh pembeli.

Bersama rombongan, Tim Jelajah Pelabuhan 2022 pun mengunjungi Penyetan Bang Ali yang berlokasi di Jalan Simpang Darmo Permai Utara No.22, Surabaya, Jawa Timur tersebut.

Sesampainya di sana, kami dikagetkan dengan pemandangan antrean pengunjung yang ingin memilih lauk favoritnya. Aneka lauk seperti ayam, ikan lele, mujair, hingga tahu tempe disusun rapi di area depan, jadi satu dengan tempat menggoreng.

Ada lebih dari 10 pilihan lauk penyet. Mulai dari tahu tempe, ayam, ceker ayam, ati ampela, ikan lele, ikan mujair, ikan pari asap, bebek, bakso, hingga beragam sate seperti udang dan usus ayam. Semua lauknya pun telah dibumbui sehingga pelanggan hanya tinggal menunggu pesanannya digoreng sebentar.

Adapun warung Penyetan Bang Ali ini berupa sebuah rumah makan sehingga lebih nyaman untuk disambangi bersama rombongan. Daya tampung pengunjungnya pun juga lebih banyak karena ada dua pilihan tempat duduk, di dalam (AC) dan di luar untuk area merokok.

Diketahui, Penyetan Bang Ali ini ternyata telah berdiri sejak 2000. Seiring waktu, rumah makan ini terkenal dan ramai pengunjung karena pilihan sambalnya yang variatif, mulai dari level pedas, sedang, hingga tidak pedas.

Untuk sambal tidak pedas, diracik dari cabai merah besar dan tomat saja. Jenis cabai ini memang terkenal dengan rasa pedasnya yang ringan. Sedangkan sambal yang pedasnya sedang diracik dari cabai rawit merah dan tomat. Lalu sambal super pedas hanya memakai cabai rawit saja, tanpa tomat.

Untuk sambal tidak pedas, rasanya cenderung manis dan memang bisa dibilang tidak pedas sama sekali. Sedangkan sambal pedas sedang, pedas cabai rawitnya lumayan terasa. Juaranya, tentu saha sambal super pedas. Pedasnya sambal ini benar-benar nampol dan menggigit.

Menariknya, sambal-sambal ini ditempatkan di cobek kayu. Pegawainya juga tidak pelit sambal alias porsi sambalnya cukup banyak.

Sementara untuk lauk yang telah dipilih dan digoreng, ditempatkan di wadah stainless besar dengan lalapan irisan timun, daun kemangi, dan kacang panjang.

Nah, untuk harganya sendiri juga cukup variatif dan terjangkau. Seperti ayam penyet Rp15.000, udang goreng Rp20.000, sate usus Rp6.000, ceker Rp9.000, mujair goreng Rp12.000, ikan pari asap Rp10.000, dan banyak lagi lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Pelabuhan 2022 surabaya kuliner
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top