Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Memajukan Industri Kopi Indonesia, Mikael Jasin Jadikan Kopi Sebagai Agen Perubahan

Demi memajukan dan membantu para petani untuk mengolah kopi yang lebih baik lagi, Mikael Jasin atau yang kerap disapa Miki aktif memberikan berbagai pelatihan kepada para petani. Miki mengajarkan cara-cara inovatif agar biji kopi yang diproduksi berkualitas tinggi dan cita rasa yang konsisten sehingga makin dicintai konsumen nasional dan global.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  16:24 WIB
Ilustrasi orang sedang menyeduh kopi - Freepik
Ilustrasi orang sedang menyeduh kopi - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA — Sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia kaya dengan varietas kopi robusta dan arabika. Meski demikian, masih banyak cerita sedih mengenai kopi yang diproduksi petani dianggap kurang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Demi memajukan dan membantu para petani untuk mengolah kopi yang lebih baik lagi, Mikael Jasin atau yang kerap disapa Miki aktif memberikan berbagai pelatihan kepada para petani. Miki mengajarkan cara-cara inovatif agar biji kopi yang diproduksi berkualitas tinggi dan cita rasa yang konsisten sehingga makin dicintai konsumen nasional dan global.

“Untuk memajukan industri kopi di Indonesia, kita membantu petani bagaimana cara membuat kopi yang enak. Karena jika biji kopi enak maka produknya lebih diminati dan harganya berbanding lurus. Semakin baik dari proses dan rasanya maka skor dan harga kopi semakin tinggi,” kata Miki pada Selasa (22/02/2022).

Miki melanjutkan, dari hal tersebut bisa memperbaiki kualitas hidup seseorang. Bahkan, kopi itu sendiri hakikatnya bisa mengubah hidup seseorang sehingga pantas dikatakan sebagai agen perubahan.

“Menurut saya dan teman-teman di So So Good Coffee, kopi itu merupakan agen perubahan. Karena kopi itu memiliki kuasa untuk merubah hidup orang-orang yang disentuh oleh orang tersebut. Misal dari yang ngantuk menjadi tidak ngantuk, atau dari barista dan petani sendiri jika tidak ada kopi tidak akan hidup. Sedalam itu,” lanjutnya.

Meski begitu, tentu perjuangannya tidak mudah. Banyaknya jumlah 2,3 juta petani di Indonesia harus dirangkul bersama demi kualitas kopi Indonesia yang lebih baik lagi, berbeda dengan negara-negara lain yang produksi kopinya mayoritas dimiliki perusahaan bukan dari para petani.

Penawaran terbaik untuk para petani adalah dengan menambah harga Rp3.500 perkilonya agar lebih menguntungkan. Selain itu para petani sama sekali tidak berisiko karena apapun hasilnya, tetap memberikan jaminan bahwa akan dibeli untuk kemudian nantinya diolah.

Kekhawatiran akan industri kopi ini sendiri juga dialami oleh Miki pribadi, saat itu ia sedang berkompetisi dengan membawa kopi asal Indonesia yang kemudian mendapatkan hasil yang baik.

“Kopi dari Flores ini menghancurkan keraguan-keraguan soal kopi Indonesia. Waktu saya bawa ke kompetisi rasanya gak cuman mewakili diri sendiri dan company, tapi juga membawa cerita-cerita teman di Flores dan petani di Indonesia,” pungkasnya.

Miki berharap, untuk kedepannya kopi Indonesia semakin dinilai kompetitif. Tidak hanya memenuhi standar ekspor saja tapi juga semakin layak untuk dibawa ke ranah kompetisi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi barista
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top