Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

William Wongso: Indonesia Butuh Lebih Banyak Cokelat Berkualitas

Koki sekaligus pakar kuliner kawakan William Wongso menyebut cokelat dengan kualitas tinggi yang selama ini digunakan di Tanah Air masih didatangkan dari luar negeri. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah ironi karena selama ini Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan produksi kakao terbesar di dunia.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  09:47 WIB
Pakar kuliner William Wongso - Bisnis.com/Eva Rianti
Pakar kuliner William Wongso - Bisnis.com/Eva Rianti

Bisnis.com, JAKARTA - Populernya penggunaan cokelat dalam berbagai jenis sajian kuliner Nusantara, ternyata belum diikuti oleh cokelat berkualitas tinggi yang diproduksi di dalam negeri.

Koki sekaligus pakar kuliner kawakan William Wongso menyebut cokelat dengan kualitas tinggi yang selama ini digunakan di Tanah Air masih didatangkan dari luar negeri. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah ironi karena selama ini Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan produksi kakao terbesar di dunia.

Selain itu, Indonesia juga dikenal sebagai penghasil salah satu jenis kakao terbaik di dunia. Kakao terbaik yang dimaksud adalah kakao edel atau kakao mulia. Kakao tersebut dibudidayakan di Perkebunan Kendeng Lembu, Banyuwangi, Jawa Timur yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII.

“Kakao terbaiknya ada, tetapi cokelat terbaiknya masih dari Swiss karena disini belum banyak yang mengolah. Kakao terbaik jika diproses dengan cara yang tidak tepat tentunya tidak akan menghasilkan cokelat terbaik,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Walaupun demikian, bukan berarti tidak ada yang mampu mengolah kakao menjadi cokelat berkualitas baik di Indonesia. Namun, jumlahnya sangat terbatas dan skalanya masih terbilang kecil atau tergolong sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Terbatasnya cokelat berkualitas tinggi di Indonesia tak terlepas dari anggapan cokelat sebagai makanan atau minuman bagi kaum bangsawan di era kolonial Belanda. Selain itu, sajian kuliner asli Nusantara yang menggunakan cokelat sebagai bahan baku juga sangat terbatas.

“[Kuliner Nusantara] yang pakai bahan cokelat ini tidak banyak. Kalaupun ada ini sebelumnya tidak menggunakan cokelat dan dimodifikasi menggunakan cokelat seperti terang bulan atau martabak manis contohnya,” ungkap William.

Adapun, terkait dengan kapan cokelat mulai digunakan dalam dunia kuliner Nusantara William tak bisa memastikannya. Namun yang jelas, cokelat mulai populer penggunaannya oleh masyarakat Hindia Belanda pada pertengahan abad ke-20 seiring dengan meningkatkanya produksi kakao di perkebunan-perkebunan seantero negeri.

“Sekarang penggunaannya sudah makin banyak, tetapi seperti tadi belum terlalu menekankan ke kualitasnya, hanya sebagai pelengkap atau memberikan warna pada makanan,” tutupnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chef cokelat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top