Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Singapura Jadi Negara Pertama yang Setujui Penjualan Daging Hasil Laboratorium

Pengujian daging agam ini memang umumnya jarang dilakukan meski secara signifikan membersihkan kandungan bakteri dalam daging. Kondisi ini yang menjadi pembeda antara daging olahan Eat Just dengan daging biasa.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  13:32 WIB
Ayam olahan Laboratorium
Ayam olahan Laboratorium

Bisnis.com, JAKARTA - Eat Just meluncurkan menu ayam goreng tepung olahan menggunakan salah satu teknologi pangan yang sudah mendapatkan sertifikasi dunia dan pemerintah Singapura.

Dilansir dari Channel News Asia, Rabu (2/12/2020), menu ini umumnya memakai bahan baku umum dari untuk 'chicken bites', atau nugget.

Menurut Singapore Food Agency (SFA) ini adalah produk pertama yang secara global terverifikasi, yang mana menjadi pedoman bagi perusahaan lain untuk menjamin keamanan dan kesehatan dalam inovasi menu makanan.

Adapun daging ini sudah melalui proses pengujian di laboratorium khusus di San Fransisco, pusat Eat Just. Laboratorium ini lama dikenal sebagai tempat utama untuk pengembangan produk vegan, yang tidak memanfaatkan antibiotik dalam proses pembuatan produk.

Pengujian daging agam ini memang umumnya jarang dilakukan meski secara signifikan membersihkan kandungan bakteri dalam daging. Kondisi ini yang menjadi pembeda antara daging olahan Eat Just dengan daging biasa.

Daging olahan ini juga kaya protein jika dibandingkan dengan komposisi asam amino yang relatif tinggi, sehat karena juga kaya mineral.

Perusahaan menyatakan kepada media, untuk memberikan lebih banyak waktu bagi para peneliti cara mengembangkan produk dan aturan sesuai arahan para ahli yang memantau dan mengevaluasi proses pembuatan daging olahan.

Eat Just juga sangat menekankan pada keaslian dan keamanan dari daging ayam selama proses pengolahan. Perusahaan juga melakukan quality control dan keamanan pangan dalam sistem monitoring pangan.

CEO dan Founder Eat Just Josh Tetrick menyatakan saat ini pengolahan daging ayam masih dilakukan di pusat riset pangan Food Innovation and Resource Centre, yang dilakukan oleh Politeknik Kewirausahaan di Singapura.

Josh menyatakan selama ini Singapura sudah menjadi pusat beragam inovasi teknologi dari mulai informasi hingga teknologi pangan. Oleh sebab itu ekosistem di Singapura inilah yang diyakini bisa menjamin kualitas daging ayam yang lebih sehat dan aman.

Dengan jaminan ini Josh meyakini ayam olahan Eat Just hanya akan sangat cocok jika didistribusikan ke pasar khusus untuk restoran mewah. Apalagi, kandungan dalam ayam olahan ini cukup unik yakni tepung roti, kacang, yang mana membuat daging ini komposisinya paling banyak dari tumbuhan.

Eat Just yang berdiri pada 2011 ini telah mengumumkan kerjasama dengan Proterra Investment Partner Asia dan mendapat gelontoran dana US$120 juta. Dia tercatat sebagai perusahaan pangan berbasis protein nabati pertama yang meraih pendanaan terbesar di Singapura.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura ayam
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top