Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berapa Hari Burger King Whopper Bisa Membusuk?

Restoran cepat saji berencana mengurangi pengawet dan perasa buatan. Ini untuk merespon kritik terhadap makanan cepat saji yang banyak menggunakan pengawet.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  15:08 WIB
Restoran Burger King - Istimewa
Restoran Burger King - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Burger King merilis video time-lapse yang menampilkan burger andalannya, Whopper, membusuk dan terkontaminasi oleh lumut setelah 34 hari, pada Rabu (19/2).

Aksi ini adalah bagian dari kampanye rantai untuk menyoroti pengurangan bahan pengawet dan perasa buatan.

Dilansir melalui Business Insider, Burger King mengatakan dalam siaran persnya bahwa mereka telah menghilangkan pengawet dari Whopper di sebagian besar pasar Eropa dan sejumlah pasar AS.

"Di Burger King kami percaya bahwa makanan asli rasanya lebih enak," Fernando Machado, kepala pemasaran Restoran Brands International, mengatakan dalam siaran pers.

"Itulah sebabnya kami bekerja keras untuk menghilangkan bahan pengawet, warna, dan rasa dari sumber buatan dari makanan yang kami sajikan di semua negara di dunia," tambahnya.

Burger King mengatakan bahwa pihaknya akan mulai memasarkan Whopper bebas pengawet di seluruh jaringan restorannya di AS pada akhir 2020.

Langkah ini mencerminkan tren dalam industri makanan cepat saji yang bergerak menuju makanan "alami" dan kesadaran sosial.

Tahun lalu McDonald mengatakan bahwa peralihan dari beku ke daging sapi segar untuk Quarter Pounders menyebabkan lonjakan penjualan burgernya untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.

Dan pada akhir Januari, Popeyes menjadi rantai makan cepat saji terbaru yang menandatangani Better Chicken Commitment, yang mengamanatkan standar kesejahteraan yang lebih tinggi untuk unggas yang digunakan dalam produk makanan mereka.

Bahan-bahan buatan dalam makanan cepat saji telah lama menjadi subjek yang menarik dan selalu diawasi.

Dalam sebuah kampanye di Islandia, hamburger dan kentang goreng McDonald sengaja dipajang sejak restoran McDonald terakhir di negara itu tutup pada 2009.

Burger dan kentang goreng itu tetap awet dan bebas jamur selama lebih dari 10 tahun, dan tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

burger
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top