JELAJAH INFRASTRUKTUR SUMATRA 2019 : Eksotisnya Lintas Barat Sumatra!

Road trip dikenal sebagai langgam bepergian yang mengutamakan perjalanan ketimbang destinasi. Dalam road trip, perjalanan adalah destinasi itu sendiri.
Ropesta Sitorus & Rivki Maulana
Ropesta Sitorus & Rivki Maulana - Bisnis.com 17 September 2019  |  08:30 WIB
JELAJAH INFRASTRUKTUR SUMATRA 2019 : Eksotisnya Lintas Barat Sumatra!
Jalan Lintas Barat Sumatra di Kabupaten Kaur, Bengkulu. BISNIS - Rivki Maulana

Bisnis.com, PESISIR BARAT—Bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja? Atau bingung menyusun rencana pakan ini karena banyak pertimbangan? Barangkali road trip bisa menjadi pilihan.

Road trip dikenal sebagai langgam bepergian yang mengutamakan perjalanan ketimbang destinasi. Dalam road trip, perjalanan adalah destinasi itu sendiri.

Memang, butuh banyak waktu luang untuk bisa melakukan perjalanan darat. Saat punya banyak waktu, bepergian dengan kendaraan pribadi memberikan keleluasaan bagi yang melakoninya yaitu berhenti di mana saja, kapan saja.

Terkadang, perencanaan bisa buyar karena banyak hal-hal menarik ditemui saat berada dalam perjalanan. Film 3 Hari untuk Selamanya cukup memberikan gambaran perihal ini.

Nah, bila terbersit keinginan untuk road trip, berkelana ke Sumatra, mungkin bisa menjadi pertimbangan. Tak melulu karena euforia jalan tol, bertandang ke sana bisa melawat ke lintas yang jarang dilirik orang.

Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 Bisnis Indonesia, misalnya, menyusuri jalan di sepanjang pinggir pantai Barat Sumatra, mulai dari Bengkulu hingga Lampung, Senin (17/9/2019). Perjalanan ini merupakan rangkaian perjalanan yang dimulai sejak Rabu (11/9/2019), melintasi Lampung, Palembang, dan Bengkulu.

Tidak seperti jalan nasional di lintas Timur, jalan di lintas Barat teramat mantap. Isuzu MU-X, kendaraan yang menjadi tunggangan tim bisa melaju rata-rata 100 kilometer per jam.

Manuver secepat itu terbilang riskan karena jalan tak terlampau lebar seperti di lintas Timur. Namun sistem pengereman yang responsif membuat setiap gerakan meliuk dan menyalip amat minim hentakan.

Di samping itu, jalan lintas Barat serasa milik sendiri karena kendaraan truk terbilang jarang. Boleh dibilang, hanya truk yang mengangkut sawit yang kerap ditemui selama tujuh jam perjalanan. Tim juga hanya berhenti saat ada sapi nongkrong di tengah jalan.

Jalan Lintas Barat Sumatra. BISNIS/Rivki Maulana

Panjang jalan lintas Barat Sumatra dari Bengkulu hingga Krui di Pesisir Barat mencapai 331 kilometer. Di sepanjang jalan, rimbun kebun, biru laut, dan bentangan aspal menjadi kombinasi yang elok.

Jalan lintas Barat memiliki kontur yang beragam, kelokan, turunan, tanjakan, hingga jalan yang lurus menjadi trase yang menjamin pengemudi tak akan bosan. Satu hal yang istimswa, pelintas bakal melalui jalur roller coaster di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Di sana, pelintas bakal bertemu dengan kawanan monyet yang menjadi "anak kampung sini" di hutan tersebut. Tidak perlu berhenti apalagi memberi makan kawanan monyet. Dilarang.

Dengan kecepatan cukup tinggi dan kontur meliuk, tim serasa berseluncur di atas aspal saat melintas di jalan lintas Barat. Perjalanan tujuh jam dilalui tanpa terasa panjang. Ini sangat berbeda dengan pengalaman tim melewati Liku 9 di Kabupaten Kepahiang akhir pekan lalu.

Untuk menjalani road trip, selain kondisi fisik dan kondisi kendaraan prima, pastikan Anda membawa cakram padat untuk memutar lagu di sepanjang jalan.

Penggemar musik yang mengandalkan pemutar musik dalam jaringan bakal mati gaya karena sinyal data tak terlalu andal di lintas Barat. Memutar tembang-tembang favorit tentu akan menambah asyik perjalanan Anda.

Pemandangan pantai. BISNIS/Ropesta Sitorus

Hal lain yang patut menjadi perhatian jika melewati jalan lintas Barat adalah keamanan. Jalur ini terbilang aman dari tindak kejahatan, bahkan saat gelap sekalipun. Kepala Asrama SMA Negeri 10 Pentagon Bersama, Kabupaten Kaur, Bengkulu Sunardi mengatakan dia kerap melintas di jalan lintas Barat untuk berbagai keperluan.

"Lewat sini aman, mau lewat jalan juga aman. Tidak seperti jalur di Lubuklinggau," tuturnya kepada kami, Minggu (15/9).

Meski relatif sepi, bukan berarti jalan lintas Barat hutan belantara. Di setiap kota kabupaten terdapat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Hampir semua kota kecamatan juga memiliki toko ritel.

Jalan lintas Barat Bengkulu—Pesisir Barat terus berlanjut hingga Bandar Lampung. Pemandangan kebun, hutan, dan pantai masih akan ditemui di sepanjang jalan. Jadi, berkendara dari Jakarta ke Krui, Pesisir Barat bisa jadi pilihan bagi Anda yang melakukan road trip. Selamat mencoba!

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, bni, hutama karya, isuzu, Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top