Menikmati Kuliner Palembang Tempo Dulu di RM Sarinande Tempo Doeloe 

Mirip dengan pola sajian di rumah makan Padang, menu makanan akan ditaruh di piring-piring kecil lalu ditata di atas meja yang cukup lapang.
Ropesta Sitorus & Rivki Maulana
Ropesta Sitorus & Rivki Maulana - Bisnis.com 16 September 2019  |  19:07 WIB
Menikmati Kuliner Palembang Tempo Dulu di RM Sarinande Tempo Doeloe 
Pindang gabus yang disajikan di RM Sarinande Tempo Doeloe. - Bisnis/Ropesta Sitorus

Bisnis.com, PALEMBANG — Jika Anda hanya memiliki waktu yang terbatas untuk berwisata di Palembang, Sumatra Selatan, tapi ingin menikmati serba serbi kuliner khas, mungkin RM Sarinande Tempo Doeloe solusinya.

Setidaknya ada dua menu khas Palembang di rumah makan ini yang bisa dipesan pengunjung, yakni pindang dan pempek. Cita rasanya boleh dibilang adalah yang paling sedap dibandingkan dengan beberapa kedai lain yang juga menyajikan menu sejenis.

Bersama Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 Bisnis Indonesia, kami menyempatkan singgah ke rumah makan yang berlokasi di Jalan Mayor Ruslan Nomor 966, Ilir, akhir pekan lalu.

Begitu masuk ruangannya, pramusajinya akan dengan ramah bertanya jumlah orang yang akan makan. Beberapa menit kemudian mereka dengan cekatan menyiapkan aneka menu masakan. Mirip dengan pola sajian di rumah makan Padang, menu tersebut akan ditaruh di piring-piring kecil lalu ditata di atas meja yang cukup lapang. 

Sudah tentu hamparan berbagai jenis menu dengan aromanya yang sedap itu langsung merangsang indera penciuman dan membuat tangan bergerak cepat untuk menyantapnya. 

Tak hanya itu, pramusaji juga akan menawarkan menu utamanya yakni pindang ikan. Variasinya cukup banyak, antara lain pindang ikan gabus, patin, belida, baung, dan pindang udang. Dari semua itu, menu yang paling favorit di rumah makan ini adalah pindang belida atau masyarakat setempat menyebutnya belido, yaitu ikan khas Sumatra Selatan.

Pempek belida dan menu lainnya.

Sayangnya kami tiba kemalaman, yakni 2 jam sebelum tutup sehingga menu pindang belido sudah ludes. Namun, pindang gabus dan patin yang kami pesan pun sudah cukup sedap dengan perpaduan cita rasa asam, pedas, dan manis. Segala rasa mual akibat perjalanan darat yang kami tempuh dari Jakarta—Palembang rasanya langsung menguap tatkala menyeruput kuah pindang yang hangat. 

Menu lain pun tak kalah sedap. Kari kambing, pentol alias sate ikan belida, ikan bilis, kerang dan pempek yang disajikan dalam piring-piring kecil tersebut begitu sayang untuk dilewatkan.

Pengolahan yang tepat dan paduan bumbu yang pas membuat daging iga kambing tersebut menjadi sangat empuk dan lezat, sedangkan menu pentol ikan belida terasa  gurih berpadu dengan cuka yang segar. 

Kelezatan penganan yang disajikan di rumah makan ini menjadi salah satu alasan yang membuat pengunjung seperti mau datang berulang-ulang. Rumah makan ini juga termasuk yang cukup tua karena sudah berdiri sejak 1950 dan menjadi langganan banyak orang ternama. Selain cita rasanya yang tak banyak berubah, pemiliknya juga masih berusaha mempertahankan keantikan interior rumah makan dua lantai tersebut. 

Adapun, untuk harga per porsi makanannya bervariasi mulai dari Rp24.000 hingga Rp50.000, sedangkan pempek dibanderol dengan harga mulai dari Rp8.000.

Ditambah nasi dan minuman, kami cukup membayar Rp350.000 untuk tiga orang dan sudah bisa mendapatkan menu lengkap khas Palembang dengan racikan dan penyajian tempo dulu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palembang, kuliner, Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top