Desa Tongging Danau Toba Bakal Jadi Destinasi Wisata Kuliner & Belanja

Pemerintah bakal mengembangkan Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang berada di kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata kuliner dan belanja.
Desa Tongging Danau Toba Bakal Jadi Destinasi Wisata Kuliner & Belanja
Danau Toba dilihat dari Geosite Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan. JIBI - Nancy Junita

Bisnis.com,JAKARTA—Pemerintah bakal mengembangkan Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang berada di kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata kuliner dan belanja.

Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Virginia Kadarsan mengatakan ada banyak keuntungan bila wisata kuliner dan belanja dikembangkan lebih cepat di Kawasan Danau Toba.

“Sebab, ada nilai bisnis besar yang bisa diperoleh dari situ. Dua jenis wisata ini sangat kompetitif untuk mendatangkan pemasukan yang besar,” kata Virginia seperti dikutip dalam keterangan yang dirilis Kemenpar, Selasa (4/6/2019).

Desa Tongging berada sekitar 1 jam dari Brastagi dan menempel langsung di Danau Toba dengan latar belakang Gunung Sipiso-Piso. Di sini juga dijumpai Air Terjun Sipiso-Piso. Posisinya berada elevasi 800 mdpl, lalu memiliki ketinggian 120 meter. Aktivitas lainnya adalah trekking di kawasan gardu pandang. Kawasan ini sangat menarik dengan rute berkelok-kelok.

Virginia menuturkan tindak lanjut pengembangan wisata kuliner dan belanja akan memberikan dampak positif bagi Danau Toba.

Namun, upaya pengembangannya membutuhkan campur tangan para stakeholderdi sekitar kawasan Danau Toba mulai dari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) hingga masyarakat dan pelaku industri wisata.

“Komitmen kuat seluruh stake holder di sana sudah didapatkan. BPODT akhirnya sepakat menggunakan Tongging sebagai proyek awalnya. Tongging akan digunakan sebagai awal identifikasi dan pengembangan Wiskulja. Selain posisinya, kawasan ini memiliki potensi besar,” jelasnya.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya menambahkan wisata kuliner dan belanja menjadi pemasukan besar bagi pengembangan ekonomi kreatif.

Pada 2017, kuliner tercatat memberikan pendapatan hingga 41,69 persen, sedangkan wisata belanja memberikan kontribusi hingga 33,85 persen. Pertumbuhan ekonomi kreatif juga mengalami kenaikan 4,95 persen pada 2016.

“Percepatan pengembangan Wiskulja di Kawasan Danau Toba harus dilakukan. Harapannya, tentu agar destinasi ini semakin optimal memberikan valuesecara ekonomi. Potensi yang ada bisa terdistribusikan secara optimal,” ungkapnya.

Sambil menuju tahap berikutnya, imbuhnya, pemahaman konsep Wiskulja harus dimiliki stakeholderpariwisata di Karo dan Sumut.

Menurut Oneng, konsep pengembangan gastronomi di Indonesia dipengaruhi 3 elemen. Segitiga tersebut adalah kuliner, budaya, dan sejarahnya. Faktor turunannya terdiri dari ritual, rempah-rempah, dan storytelling.

Oneng menyatakan pemahaman pengembangan wisata kuliner dan belanja di Kawasan Danau Toba harus dikuasai agar dapat menarik minat pengunjung.

“Jadi harus ada atraksi kulinernya. Untuk mengarah ke sana, elemen seperti storytellingsangat penting. Kemudian, tahap lanjutan pengembangan wisata kuliner dan belanja harus dilakukan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
danau toba

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top