Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Daftar 16 Negara yang Batasi Turis dari China yang Datang ke Negaranya, Mana Saja?

Berikut daftar negara yang memberlakukan aturan masuk turis China ke negaranya.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 04 Januari 2023  |  15:19 WIB
Daftar 16 Negara yang Batasi Turis dari China yang Datang ke Negaranya, Mana Saja?
Turis China - marketingtochina
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah negara memberlakukan pembatasan bagi turis yang melakukan perjalanan dari China. 

Pasalnya, negara-negara tersebut khawatir bahwa akan ada varian baru yang terus berlanjut setelah adanya lonjakan kasus Covid-19 di China bersamaan dengan dicabutnya kebijakan pemerintah China soal “nol covid”.

Bahkan, World Health Organization (WHO) mengatakan sangat menyayangkan dibukanya perbatasan China mulai 8 Januari 2023, sementara laporan kasus Covid-19 harian di negara tersebut terus meningkat. 

WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam serangkaian tweet, Kamis (29/12/2022) lalu mengimbau China untuk lebih terbuka dengan data terperinci tentang situasi pandemi, mulai dari data rawat inap, kematian hingga vaksinasi. 

Sementara itu, melansir dari The Guardian, Rabu (4/1/2023) China menolak kritik terhadap data Covid -nya dan menilai sorotan negara lain terhadap keparahan kasus Covid-19 di negeri tersebut terlalu dibesar-besarkan. Baginya, penyakit yang disebabkan oleh virus corona itu relatif ringan bagi kebanyakan orang.

Meski Beijing kini telah bergerak untuk membuka kembali perbatasannya mulai 8 Januari 2023 dan mengancam 'tindakan balasan' terhadap negara-negara atas pembatasan perjalanan Covid. 

Namun, ternyata ada sejumlah negara-negara yang saat ini tetap terus mempertahankan pemberlakukan pembatasan terhadap turis yang melakukan perjalanan dari China. 

Lantas, mana saja negara yang buat aturan khusus tersebut? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

1. Israel

Kementerian kesehatan Israel mengatakan akan memberlakukan tes COVID pada orang asing yang berniat bepergian dari China.

"Diputuskan untuk memerintahkan maskapai asing hanya menerima warga negara asing dalam penerbangan dari China ke Israel jika mereka telah dites dan menunjukkan hasil negatif untuk COVID-19," kata Menteri Kesehatan Aryeh Deri dilansir dari Al Jazeera, Rabu (4/1/2023).

Menteri itu juga mendesak warga Israel untuk menghindari perjalanan ke China. Dia mengatakan akan ada pelayanan penapisan atau skrining kesehatan tertentu yang diberikan secara selektif yang ditujukan guna mendeteksi Covid-19. 

2. Amerika Serikat

Mulai 5 Januari, AS akan memberlakukan tes wajib COVID-19 untuk pelancong dari China. Semua penumpang udara berusia dua tahun ke atas akan memerlukan tes negatif tidak lebih dari dua hari sebelum keberangkatan dari China, Hong Kong atau Makau. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan bahwa orang Amerika harus mempertimbangkan kembali ketika ingin melakukan perjalanan ke China, Hong Kong, dan Makau.

AS juga mempertimbangkan pengambilan sampel air limbah dari pesawat internasional untuk melacak varian baru dan telah memperluas pengetesan genomik secara mandiri di bandara, dengan menambahkan lokasi di bandara Seattle dan Los Angeles.

3. Belgia

Belgia menyatakan pada Senin (2/1/2023) lalu melakukan pemeriksaan terhadap air limbah dari pesawat yang tiba dari China untuk melihat apakah tes mengungkapkan petunjuk baru tentang varian yang berpotensi berbahaya di antara penumpang yang masuk atau tidak. 

Negara tersebut juga menambahkan bahwa itu akan mendesak pengunjung dari China yang merasa tidak sehat untuk melakukan tes COVID-19.

Menteri Kesehatan Belgia Frank Vandenbroucke mengatakan ini akan menjadi sinyal yang baik bagi China jika semua negara UE akan mengatakan bersama

“Jika Anda datang ke Eropa, Anda harus diuji terlebih dahulu,'” katanya. 

4. Korea Selatan

Korea Selatan juga akan memberlakukan tes Covid-19 bagi turis yang berpergian dari China. Tidak hanya itu saja, negara ini pun membatasi visa jangka pendek untuk warga negara China.

Perdana Menteri Han Ducksoo mengatakan, bagi mereka yang datang dari China akan diminta untuk memberikan tes PCR negatif dalam waktu 48 jam setelah keberangkatan atau tes antigen cepat yang diambil dalam waktu 24 jam, diikuti dengan tes PCR setelah kedatangan.

Pengujian pada saat kedatangan dan tes pra-keberangkatan akan mulai berlaku masing-masing mulai 2 Januari dan 5 Januari 2023.

Han pun menambahkan, bahwa Seoul akan menghentikan sementara perluasan penerbangan ke China dan membatasi semua penerbangan internal ke Bandara Internasional terbesar di Korea Selatan, Incheon.

5. Maroko

Maroko juga akan memberlakukan larangan bagi orang yang datang dari China, apa pun kewarganegaraannya, mulai 3 Januari 2023. Hal ini dilakukan untuk mencegah gelombang baru infeksi virus corona. 

6. Jepang

Langkah-langkah perbatasan baru Jepang untuk China mulai berlaku pada hari Jumat, (30/12/2022) tepat ketika negara itu memasuki liburan Tahun Baru yang ditandai dengan pesta dan perjalanan, ketika infeksi diperkirakan akan meningkat. 

Wisatawan dari China daratan harus memiliki tes COVID-19 negatif pada saat kedatangan. Mereka yang dites positif akan dikarantina selama tujuh hari di fasilitas yang ditunjuk dan sampelnya akan digunakan untuk tes genom.

Penerbangan langsung antara China dan Jepang juga akan dibatasi pada empat bandara utama Jepang untuk saat ini. 

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turis china wisatawan wisatawan asing
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top