Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kilas Nataru 2022: Melihat Geliat UMKM & Kuliner Bali Selepas PPKM Tiada Lagi

Tim Kilas Nataru Bisnis Indonesia menemukan langsung beberapa indikator pemulihan ekonomi Bali. Simak tandanya pemulihan bisnis dan UMKM.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 03 Januari 2023  |  02:00 WIB
Kilas Nataru 2022: Melihat Geliat UMKM & Kuliner Bali Selepas PPKM Tiada Lagi
Sajian ayam betutu khas Gilimanuk, Bali - Bisnis.com/Adam Rumansyah
Bagikan

Bisnis.com, BANYUWANGI - Geliat ekonomi kerakyatan di Bali tampak tak lagi sesepi dua tahun belakangan jelang pergantian tahun 2023, terutama setelah Presiden RI Joko Widodo resmi mencabut kebijakan PPKM secara nasional.

Tim Kilas Nataru Bisnis Indonesia berkesempatan membuktikan secara langsung fenomena tersebut dalam kunjungan bertugas ke Pulau Dewata selama momen Natal dan Tahun Baru 2022–2023, tepatnya sejak Selasa (27/12/2022) sampai Senin (2/1/2023).

Indikator sederhana tapi nyata yang bisa menggambarkan pulihnya geliat perekonomian di Pulau Bali, salah satunya tercermin dari sulitnya mencari tempat menginap yang kosong, terutama home stay murah-meriah buat segmen pelancong berbujet terbatas.

Tim Kilas Nataru sampai-sampai menjelajahi berbagai aplikasi travel & akomodasi, serta berkeliling dari kawasan Canggu, Kuta, hingga pinggiran Denpasar untuk mencari tempat bernaung. Beruntung, seorang teman asli Bali yang mudik selama Natal, saat itu belum kembali merantau ke Ibu Kota, sehingga kami bisa numpang menginap di rumahnya.

Penanda berikutnya terkait pulihnya geliat ekonomi dan UMKM di Bali, yaitu ramainya toko oleh-oleh dan jajanan khas yang berada di lokasi-lokasi strategis. Patokan Tim Kilas Nataru tertuju pada kawasan Tuban, di mana sekaligus tempat Bandara Internasional Ngurah Rai berada.

Pusat oleh-oleh seperti Rama Krisna 24 Jam sampai Pia Legong terus dipadati mobil berpelat nomor wilayah Jawa yang keluar-masuk secara bergantian. Warung makanan khas pun serupa, tak pernah sepi pengunjung.

Setelah tuntas berkeliling dalam rangka belanja oleh-oleh, Tim Kilas Nataru sendiri akhirnya memutuskan makan siang di salah satu cabang Ayam Betutu Khas Gilimanuk di Jl. Raya Tuban, karena sudah telanjur lapar.

Tempat makan yang cabangnya sudah ada di mana-mana ini pun cukup ramai, terutama oleh pelancong yang aktivitasnya sama seperti kami, yaitu lapar karena berburu oleh-oleh.

Tisna, wisatawan lokal asal Ibu Kota yang berasal dari daerah Pasundan salah satunya. Selepas dari Krisna bersama teman-teman, Tisna menjajal semua menu yang ada, sebab kebetulan dirinya pun baru pertama kali menjajal ayam betutu langsung di atas Pulau Bali.

"Ini pertama kalinya lagi saya liburan ke Bali selepas pandemi. Jadi penasaran saja sama ayam dan bebek betutu yang ada di Bali langsung. Makanya, kami pesannya masing-masing setengah ekor. Harganya sudah ketahuan worth it juga. Habis belanja, ketimbang keburu lapar buat cari makan, akhirnya memutuskan ke sini saja," ujarnya ketika berbincang dengan Bisnis.

Selepas bersantap siang sampai menjelang sore hari, Tim Kilas Nataru memutuskan menuju Pantai Kuta demi menilik langsung nuansa jelang tahun baru di sana. Kebetulan, Pemkab Badung pun tengah menggelar acara live music bertajuk 'Celebration By The Sea Old and New 2022 - 2023' yang berlangsung hingga pukul 00.00 WITA.

Tampak jajaran para penjual minuman di sepanjang bibir pantai, ditemani belasan kursi lipat di sampingnya, yang sebagian besar telah terisi oleh rombongan wisatawan mancanegara untuk bersantai di pinggir pantai.

Pedagang kaki lima lain, seperti penjual es kelapa, bakso, bermacam jenis sate, jagung bakar, dan lain-lain, turut meramaikan pesta rakyat di sepanjang Pantai Kuta itu. Jangan salah, bagi para pelancong yang ingin bertahan sampai malam, para UMKM ini setara pahlawan pengusir rasa lapar dan dahaga.

"Senang sekali Pantai Kuta ramai lagi. Selama pandemi saya  itu tidak pernah stay di satu tempat, tapi keliling, supaya dagangan habis. Melihat ini semua, jadi ada optimisme lebih di 2023 bahwa kawasan ini mulai kembali seperti dulu lagi," ujar salah satu penjual jagung bakar, sembari mempersiapkan pesanan salah satu anggota Tim Kilas Nataru.

Antusiasme para pengunjung di acara ini tampak begitu besar. Padahal, hujan deras sempat mengguyur kawasan pantai, sejak matahari terbenam sampai sekitar satu jam lamanya. Tak heran, ini merupakan perayaan tahun baru perdana di Pantai Kuta sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Selepas para penampil seperti The Hydrant, DJ Gween, Joni Agung & Double T, sampai Pongki Barata telah rampung beraksi di atas panggung, turut hadir Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang maju menjadi pembawa acara demi menemani para pengunjung sampai 2023 tiba.

Acara ditutup dengan atraksi kembang api di sekitar Patung Dewa Baruna, yang sebenarnya baru terpasang beberapa minggu sebelumnya, sebagai bagian dari proyek penataan Pantai Samigita alias Seminyak, Legian, dan Kuta.

Melihat secara langsung banyaknya wisatawan yang tumpah ruah di Pantai Kuta, seakan menyadarkan Tim Kilas Nataru Bisnis Indonesia bahwa geliat pariwisata Pulau Dewata rasanya telah pulih kembali, serupa masa-masa kejayaannya di era sebelum pandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali umkm pandemi corona oleh-oleh Natal dan Tahun Baru Pariwisata
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top