Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sejarah Hotel Royal Ambarrukmo dan Pemiliknya, Lokasi Pernikahan Kaesang Pangarep

Pernikahan Kaesang Pangarep dan kekasihnya Erina Gudono akan digelar di hotel Royal Ambarukmo, simak sejarah hotel tersebut.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  10:34 WIB
Sejarah Hotel Royal Ambarrukmo dan Pemiliknya, Lokasi Pernikahan Kaesang Pangarep
Hotel Royal Ambarukmo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemilik dan sejarah dari Royal Ambarrukmo kini tengah menjadi sorotan publik.

Pasalnya, hotel tersebut dijadikan lokasi pernikahan putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep akan yang akan digelar pada 10 Desember 2022 mendatang. 

Melansir dari History of Royal Ambarrukmo, diketahui bahwa Ambarrukmo sendiri menjadi bagian penting dari sejarah besar Yogyakarta. 

Bahkan, hotel ini dulunya adalah bekas kediaman Istana resmi Keraton Yogyakarta dan saksi era hari kemerdekaan Indonesia. 

Karenanya, hingga saat ini Keraton Yogyakarta masih berperan sebagai pemilik properti Royal Ambarrukmo. 

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta berperan sebagai pengawas pengoperasian Royal Ambarukmo karena bangunan ini termasuk dalam katagori bangunan cagar budaya. 

Tak heran, jika Royal Ambarrukmo Yogyakarta yang telah menjadi hotel warisan hidup yang menampilkan koleksi luar biasa karya arsitektur Jawa otentik dari abad ke-18 dan karya seni dari tahun 1964; semuanya terpelihara dengan baik di kompleks hotel hingga saat ini.

Menariknya lagi, Kaesang dan Erina Gudono pun akan melangsungkan pernikahan di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, di mana menurut Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, menjadi salah satu kompleks Kedhaton Ambarrukmo yang terdiri dari tujuh kawasan; yaitu Pendopo Agung, Ndalem Ageng, Bale Kambang, Gandhok, Pacaosan dan Alun-Alun.

Berdasarkan catatan resmi, Kedhaton Ambarrukmo dibangun berdasarkan tradisi Jawa yang kuat. 

Setiap bagian dari keseluruhan kompleks memiliki fungsi yang berbeda dan menyampaikan makna filosofis tertentu dan juga doa-doa yang mewakili nilai-nilai agama, kepercayaan dan norma budaya Jawa. Pandas, seperti apa sejarahnya? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

Sejarah Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo

Terkait dengan lokasi pernikahan sang putra bungsu Presiden RI yang akan melangsungkan pernikahan di Pendopo Royal Ambarrukmo, diketahui ada sejarah panjang dan makna filosofis yang kuat. 

Pendopo Agung sendiri merupakan bangunan semi outdoor tanpa dinding yang melambangkan keterbukaan Raja kepada seluruh rakyatnya. Lantai lebih tinggi dari halaman untuk mencerminkan penghargaan kepada semua tamu dan keakraban dengan harmoni.

Sejak dibangun tahun 1857 oleh Sultan Hamengku Buwono VI, Pendopo Agung tidak mengalami perubahan bentuk melainkan lebarnya. Bentuk dasarnya adalah 'Joglo Sinom' dengan ukuran 32 x 32,4 meter, mengarah ke selatan.

Atapnya ditopang oleh total 36 pilar dari tiga jenis; 4 Saka Guru (pilar utama), 12 Saka Penanggap (pilar sub utama) dan 20 Saka Penitih (pilar luar dan pendukung). Semua pilar dihiasi dengan ukiran seperti 'Wajikan', 'Saton', 'Tlacapan', 'Mirong' dan 'Praba' - masing-masing diletakkan di atas 'umpak' (dasar batu) yang diukir dengan kaligrafi Arab.

Sejarah Bale Kambang

Sementara itu, di bagian paling utara kompleks Kedhaton Ambarrukmo, terdapat sebuah bangunan kecil berlantai dua yang diberi nama "Bale Kambang".

Bale Kambang adalah 'tajug' berbentuk segi delapan yang berdiri kokoh di tengah kolam – terinspirasi istana air Taman Sari. Sebelumnya, lantai atas digunakan untuk meditasi oleh Raja dan kolam difungsikan untuk bersantai bagi para istri, puteri, dan anggota keluarga lainnya.

Atapnya berbentuk kerucut segi delapan dengan mahkota di atasnya. Bangunan ini merupakan perpaduan antara gaya kolonial Belanda dan filosofi arsitektur asli Jawa. Hal itu sebagai bentuk penghormatan kepada pemerintah Belanda dengan tetap memegang martabat Kerajaan Jawa.

Sejarah Ndalem Ageng

Di sisi utara Pendopo Agung terdapat Ndalem Ageng yang kini dikenal dan dilestarikan sebagai ‘Museum Ambarrukmo’.

Bangunan bertipe limasan menghadap ke selatan dengan tampilan eksterior khas Jawa, namun tata letak dan interiornya dipengaruhi oleh gaya Eropa. Kamar-kamar di Ndalem Ageng semuanya simetris dan bangunannya berdinding beton kuat sedangkan bagian kayunya ada di sisi utara dan selatan, diberi nama Pringgitan (ruang wayang kulit) dan Gadri (ruang makan).

Di bagian dalam Ndalem Ageng yang lebih tinggi posisinya dan disakralkan, terdapat tiga bagian utama; dua di sebelah timur adalah 'Senthong Kiwa' untuk anggota keluarga laki-laki, dua di sebelah barat adalah 'Senthong Tengen' untuk anggota perempuan, sedangkan di antara disebut 'Senthong Tengah/Krobongan' untuk ruang senjata pusaka dan untuk memuja Dewi Sri - dengan masing-masing akses ke bagian dalam gedung dan juga ke halaman samping.

Sejarah Gandhok Tengen

Sebuah paviliun dibangun jauh dari utara ke selatan. Ada dua Gandhok sebelum tahun 1960; Gandhok Tengen (rumah timur) dan Gandhok Kiwa (rumah barat). Dalam tradisi Jawa, Gandhok Kiwa difungsikan sebagai ‘Kasatriyan’ yaitu rumah para kesatria dan pangeran, abdi dalem laki-laki dan tamu kerajaan laki-laki yang menginap. Gandhok Tengen didedikasikan untuk kamar 'Keputren' untuk putri Raja, abdi dalem dan juga tamu wanita Kerajaan.

Sedangkan, bagian dalam (sayap utara) dulunya adalah tempat tinggal para putri dan kerabat keraton lainnya. Kemudian bagian luar (sayap selatan) untuk tamu wanita dari kerajaan atau negara lain. Pada tahun 1960-an, Gandhok Kiwa telah dihapus sejak berdirinya Ambarrukmo Palace Hotel.

Gandhok Tengen tetap dilestarikan sebagai situs warisan Kerajaan dan sekarang berfungsi sebagai 'Nurkadhatyan The Ritual Spa'; sebuah rumah dari Royal Java Spa asli - dikelola langsung oleh lima putri dari Sultan Hamengku Buwono X yang berkuasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaesang Kaesang Pangarep pernikahan hotel sejarah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top