Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Liburan Akhir Tahun di Jakarta, Rekomendasi Wisata Sejarah

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu akhir tahun seperti berkunjung ke bangunan tertua di Jakarta.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  18:25 WIB
Liburan Akhir Tahun di Jakarta, Rekomendasi Wisata Sejarah
Kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2022). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi Anda yang menghabiskan liburan akhir tahun di Jakarta, maka bisa melakukan hal unik dan mengunjungi beberapa destinasi wisata sejarah.

Destinasi wisata yang disuguhkan oleh Bisnis.com akan membuat Anda mendapatkan pengalaman baru dan menemukan hal-hal unik. DKI Jakarta memiliki objek wisata sejarah yang sangat melekat dan terawat.

Simak destinasi wisata sejarah di Jakarta:

1. Monumen Nasional

Monumen Nasional atau Monas mulai dibangun pada Agustus 1959 untuk mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945 agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi penerus bangsa.

Monas ini dibangun secara bertahap. Pembangunan tahap pertama selesai pada 1961 dan diresmikan oleh Presiden Soekarno.

Bagi Anda yang ingin melihat emas seberat 38 kg, maka datanglah ke monas. Sebab, ada emas yang berdiri kokoh di puncak Monas. Sebanyak 28 kg emas yang terpasang di ujung Monas adalah sumbangan dari Teuku Markam.

 2. Benteng Batavia

Kastel Batavia terletak di muara Sungai Ciliwung di Jakarta. Kastel ini merupakan pusat pemerintahan Perusahaan Hindia Timur Belanda di Asia

J.P. Coen membangun benteng pertahanan lalu dinamakan Kasteel van Batavia. Benteng baru buatan Belanda ini dibangun untuk mengganti benteng (fort) Jacatra yang sudah tidak mampu menampung seluruh aktivitas perdagangan VOC.

3. Museum Wayang

Jakarta memiliki bangunan tertua yakni Museum Wayang yang didirikan pada 1640. Awalnya, bangunan ini digunakan sebagai gereja pada zaman kolonial.

Isi museum adalah koleksi wayang, patung kayu, alat musik jawa, dan lain-lain. Museum Wayang berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat.

4. Menara Syahbandar

Menara Syahbandar dibangun oleh Pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1839 dan diberi nama Uitkijk. Menara ini berfungsi untuk memantau kapal-kapal yang keluar masuk kota Batavia melalui jalur laut.

Pada masa kolonial, Menara Syahbandar dipakai sebagai kantor pabean yaitu tempat mengumpulkan pajak atas barang-barang yang dibongkar di Pelabuhan Sunda Kelapa.  Menara Syahbandar memiliki ketinggian 12 meter dan terdapat tiga lantai yang bisa dikunjungi.

5. Gedung Kesenian Jakarta

Gedung Kesenian Jakarta adalah bangunan tua peninggalan pemerintah Belanda yang hingga sekarang masih berdiri kokoh di Jakarta. Gedung ini memiliki gaya neo-renaissance yang dibangun tahun 1821 di Weltevreden, atau dikenal dengan nama Theater Schouwburg Weltevreden, juga disebut dengan Gedung Komedi.

Saat ini, gedung kesenian ini dipakai sebagai tempat pameran hasil kreativitas seniman, seperti drama, teater, film, sastra, dan lain sebagainya. Gedung Kesenian Jakarta ini beralamat di Jl. Gedung Kesenian 1, Jakarta Pusat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata Wisata Sejarah bangunan tua Jakarta dki jakarta
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top