Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

5 Destinasi Wisata Anti Mainstream untuk Liburan Akhir Tahun

Mau liburan akhir tahun yang anti mainstream? Berikut 5 rekomendasi wisata yang bisa Anda kunjungi.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 30 November 2022  |  14:08 WIB
5 Destinasi Wisata Anti Mainstream untuk Liburan Akhir Tahun
Wae Rebo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Jelang akhir tahun, pasti banyak dari Anda yang sudah mempersiapkan diri untuk berlibur.

Baik itu di luar negeri atau di dalam negeri.

Jika Anda berniat liburan di dalam negeri, ada beberapa destinasi wisata anti mainstream yang bisa jadi tujuan wisata Anda berikut ini.

1. Pantai Pulau Merah, Banyuwangi

Di sini, Anda bisa menikmati pemandangan laut lepas yang cantik dan memesona. Salah satu daya tariknya adalah panorama matahari terbenam berwarna merah. Pulau Merah sendiri memiliki lanskap tanah berwarna merah bata dan terletak sekitar 50–100 meter dekat bibir pantai.

Sebagai informasi tambahan, bulan Desember–Januari termasuk waktu terbaik bagi wisatawan untuk melihat matahari terbenam berwarna merah di Pantai Pulau Merah. Selain itu, Anda bisa surfing di pantai ini dan camping di area yang telah disediakan oleh pihak pengelola. 

Untuk menuju Pantai Pulau Merah, Anda harus menempuh perjalanan darat sekitar 67 kilometer atau 90 menit dari Kota Banyuwangi. Akses jalan menuju kawasan ini sangat nyaman dan telah dilengkapi berbagai petunjuk arah yang jelas untuk memudahkan perjalanan.

Jika ingin ke Banyuwangi, ada baiknya menggunakan kereta api. Dari Jakarta, Anda bisa naik berbagai rangkaian kereta api ke Surabaya, seperti Kereta Api Airlangga kelas Ekonomi dengan harga Rp104.000. Setelah sampai di Surabaya, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan memilih rangkaian kereta menuju Banyuwangi, seperti Probowangi 213, Mutiara Timur Siang, Sri Tanjung hingga Mutiara Timur Malam 89 dengan tujuan Stasiun Banyuwangi Baru.

Anda bisa mendapatkan penginapan termurah dengan jenis homestay dan guest house mulai dari Rp50 ribuan per malam. Sedangkan hotel bintang dua dan bintang tiga bisa didapatkan mulai dari Rp140 ribuan hingga Rp400 ribuan per malam. 

2. Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

Desa yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini kerap kali disebut "Negeri di Atas Awan dari Timur Indonesia". Pemandangan alam di sekitar Wae Rebo sangat asri dengan udara yang begitu sejuk dan segar. Setiap pagi dan sore, desa ini diselimuti kabut yang membuat pemandangan desa menjadi luar biasa. 

Di sini, Anda bisa melihat kumpulan rumah khas berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang. Anda dan wisatawan lain yang berkunjung ke sini bisa menginap secara komunal di rumah khas tersebut –khusus tamu–. 

Jika berangkat dari Jakarta, Anda bisa terlebih dulu pesan tiket pesawat Jakarta-Labuan Bajo dengan harga termurah mulai dari Rp2 jutaan untuk maskapai Lion Air dan Citilink. Sedangkan penginapan termurah di Labuan Bajo bisa didapatkan mulai dari Rp121 ribuan per malam untuk jenis homestay dan guest house. Sementara harga hotel bintang tiga bisa didapatkan mulai dari Rp380 ribuan per malam.

Anda bisa menuju Desa Wae Rebo dari Labuan Bajo dengan menyewa motor atau mobil. Rute perjalanan yang ditempuh, yakni Labuan Bajo–Ruteng–Denge dengan durasi perjalanan sekitar 5–11 jam bergantung pada jenis transportasi dan rute yang dipilih.

3. Kawah Putih Tinggi Raja, Simalungun

Jika Anda ingin liburan ke Medan, pergilah ke Kawah Putih Tinggi Raja yang terletak di Dolok Marawa, Silau Kahean, Kabupaten Simalungun. Kawasan ini menawarkan kombinasi indah antara bukit kapur berwarna putih dengan danau berwarna biru kehijauan. Air danaunya berasal dari sumber mata air panas yang ada di sekitar bukit tersebut. Kawah Putih Tinggi Raja menghadirkan ketenangan berkat nuansanya yang sangat alami dan udaranya yang segar. Seperti surga tersembunyi, kawah yang berada di dalam hutan pohon ini sekaligus menjadi bentuk keaslian sejarah dan kemurnian alam selama ratusan tahun.

Ada tiga rute yang biasa dilalui pengunjung untuk sampai ke area ini. Pertama, rute Medan–Lubuk Pakam–Galang–Banun Purba–Dolok Tinggi Raja. Kedua, rute Medan–Lubuk Pakam–Galang–Dolok Tinggi Raja. Dan ketiga, rute Masihul–Nagori Dolok–Dolok Tinggi Raja.

Sebagai gambaran, dilihat dari aplikasi Pegipegi, harga tiket pesawat Jakarta-Medan termurah untuk akhir tahun mulai dari Rp1,8 jutaan dengan menggunakan maskapai Air Asia dan Super Air Jet. Sementara untuk penginapan, harga termurah yang bisa didapatkan mulai dari Rp119 ribuan untuk kategori homestay dan guest house. Sedangkan untuk harga hotel bintang tiga bisa didapatkan mulai dari Rp300 ribuan per malam.

4. Bukit Tanarara, Sumba Timur

Pernah menonton film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak? Jika ya, Anda pasti tahu betul betapa indahnya latar tempat syuting film ini. Lokasi utama film tersebut berada di Bukit Tanarara. Anda akan disuguhkan dengan hamparan savana yang sangat luas dan bisa berubah warna sesuai perubahan musim. 

Anda bisa duduk sejenak di suatu titik dan saksikanlah perpaduan bukit-bukit yang membentuk pola kesatuan yang sangat indah. Karena letaknya juga di ketinggian, Anda bisa menikmati proses matahari terbit dan terbenam. Lokasinya yang tidak begitu ramai, sangat cocok bagi Anda yang ingin menenangkan diri dengan pengalaman yang sangat berbeda. Jarak bukit ini dari Kabupaten Sumba Timur sekitar 19 kilometer. Perjalanan Anda tidak akan membosankan karena melewati hamparan savana yang indah dan sesekali bertemu dengan gerombolan hewan yang sedang menyeberangi jalan.

Untuk mengakses Sumba Timur, hingga kini belum ada penerbangan langsung. Apabila berangkat dari Jakarta, Anda bisa pesan tiket pesawat Jakarta-Kupang termurah yakni Rp2 jutaan dengan maskapai Lion Air dan Citilink. Setelah itu, Anda harus memesan penerbangan lanjutan Kupang-Waingapu seharga Rp1 jutaan. Sedangkan untuk biaya penginapan termurah di Waingapu mulai dari Rp240 ribuan per malam. 

5. Desa Pinggan, Kintamani

Jika bosan berkunjung ke destinasi pantai mainstream di Bali, Anda bisa menuju ke Kintamani. Di sana, terdapat sebuah desa yang menawarkan spot terbaik untuk menikmati suasana Bali dari sudut pandang berbeda, yakni Desa Pinggan. Letaknya yang berada di ketinggian menghadirkan pemandangan desa berkabut dengan latar pegunungan yang memesona.

Bagi Anda penggemar fotografi dan ingin berburu matahari terbit, Desa Pinggan menyajikan pemandangan matahari terbit terbaik. Datanglah sekitar pukul 05.30 WITA, karena biasanya fenomena terbitnya matahari indah ini muncul mulai pukul 06.00 WITA. Keindahan momen semakin ciamik berkat sajian permadani kabut pegunungan. Jika Anda melihat ke bawah, akan tampak area persawahan yang begitu asri meski berbalut kabut. Oleh karena itu, pastikan Anda memakai baju atau jaket tebal karena suhu di desa ini sangat dingin, yakni sekitar 16–18 derajat Celcius. Sekadar informasi, waktu tempuh dari Denpasar ke Desa Pinggan sekitar 2 jam 15 menit berkendara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top