Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejarah 23 November, Pesawat Egyptair dan Ethopian Airlines Dibajak

Pada tanggal 23 November di tahun yang berbeda, terjadi dua pembajakan pesawat yang menewaskan hampir 200 penumpangnya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 November 2022  |  09:07 WIB
Sejarah 23 November, Pesawat Egyptair dan Ethopian Airlines Dibajak
Ilustrasi - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tanggal 23 November merupakan sejarah buruk pada penerbangan dunia.

Pasalnya, di tanggal tersebut, terjadi dua pembajakan pesawat yang menewaskan hampir 200 penumpangnya.

Pertama, pembajakan pesawat Egyptair pada 23 November 1985. Pesawat EgyptAir nomor penerbangan 648 dibajak. Saat mendarat di Malta, pasukan komando Mesir menyerbu ke dalam pesawat dan menewaskan 60 orang.

Kedua, 23 November 1996. Tanggal tersebut, pesawat Ethiopian Airlines dibajak dan jatuh di Samudra Hindia karena kehabisan bahan bakar, dan membuat 123 orang tewas.

Ethiopian Airlines Penerbangan 961 terbang dari Addis Ababa ke Nairobi ketika pesawat itu dibajak oleh tiga orang Etiopia.

Ini menjadi pembajakan paling mematikan dalam sejarah hingga muncul pembajakan 9/11. Orang-orang itu mengancam akan meledakkan pesawat dalam penerbangan jika pilot tidak menuruti tuntutan mereka.

Para pembajak meminta pesawat diterbangkan ke Australia, di mana mereka meminta suaka, kapten mencoba menjelaskan bahwa mereka hanya memiliki cukup bahan bakar untuk penerbangan terjadwal sehingga jika pesawat diterbangkan ke Australia, tidak akan sampai seperempat jalan, tetapi para pembajak tidak mempercayainya.

Alih-alih terbang menuju Australia, sang kapten terbang di sepanjang garis pantai Afrika. Para pembajak menyadari bahwa tanah masih terlihat dan memaksa pilot untuk mengarahkan ke timur. Sang kapten diam-diam menuju Kepulauan Komoro, yang terletak di antara pantai Afrika dan Madagaskar.

Pesawat hampir kehabisan bahan bakar tetapi para pembajak terus mengabaikan peringatan kapten. Kapten mulai mengitari area tersebut, berharap bisa mendaratkan pesawat di bandara utama Komoro; dia terpaksa menabrak Samudra Hindia dengan kecepatan sekitar 200 mil per jam.

Dari 175 penumpang dan anggota staf penerbangan, hanya 50 penumpang, termasuk Duta Besar AS Frank Huddle, yang selamat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat kecelakaan pesawat Sejarah Hari Ini
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top