Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 5 Modus Penipuan yang Marak Terjadi di Ajang Piala Dunia

Sedikitnya ada daftar lima penipuan teratas yang menjual nama Piala Dunia berdasarkan data dari Kapersky.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 22 November 2022  |  16:05 WIB
Ini 5 Modus Penipuan yang Marak Terjadi di Ajang Piala Dunia
Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2022 di SCTV, Indosiar, Moji, dan Vidio, Qatar vs ekuador
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti Kaspersky telah merilis daftar lima penipuan teratas yang memanfaatkan Piala Dunia FIFA Qatar 2022. 

Selain menemukan banyak situs web phising terkait Piala Dunia dari seluruh dunia yang dirancang untuk mencuri data identitas dan perbankan pengguna. 

Para peneliti juga menemukan halaman palsu yang menawarkan segalanya mulai dari tiket dan merchandise acara hingga layanan streaming pertandingan, ditambah banyak hadiah dan penipuan NFT yang memang memanfaatkan euforia masyarakat dalam Piala Dunia.

Lantas, apa saja daftar lima penipuan teratas yang memanfaatkan Piala Dunia FIFA Qatar 2022? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

1. Penipuan tiket

Seperti halnya semua acara olahraga besar dunia, tiket palsu adalah umpan yang paling banyak digunakan untuk memikat korban. Qatar 2022 hanya menawarkan tiket digital. Pakar Kaspersky menemukan banyak halaman phishing atau situs palsu yang mengaku menjual tiket pertandingan FIFA. 

Di mana, nantinya data yang diisi oleh korban akan dicuri atau dibobol untuk tujuan kriminal lain atau bahkan menjualnya di Darkweb.

2. Tawaran hadiah

Peneliti Kaspersky menemukan halaman phishing yang menawarkan kesempatan untuk memenangkan dua tiket ke Piala Dunia. Seringkali, setiap pengguna menjadi pemenang yang “beruntung”, hanya perlu membayar biaya pengiriman.

3. Merchandise 

Cara lain untuk mencuri data pengguna adalah melalui toko merchandise palsu terkait FIFA. Banyak penipu yang menawarkan jersey, casing ponsel dengan pemain populer, dan sepak bola dengan tanda tangan pemain.

Adapun, modus yang biasa para penipu lakukan adalah meminta pengguna memasukkan data dan mentransfer uang untuk melakukan pembelian. 

4. Penipuan Crypto dan NFT

Banyak penjahat yang kian memanfaatkan popularitas NFT. Beberapa penipu terkadang menawarkan untuk melakukan taruhan pada pertandingan dan memenangkan cryptocurrency, yang lain untuk memenangkan NFT terkait. 

Biasanya mereka melakukan modus dengan meminta nomor kredensial dompet crypto, dan penipu akan mengiming-imingi bahwa hadiah langsung ditransfer. Dalam skenario seperti itu, penipu akan mendapatkan akses ke semua tabungan dan akan menguras segala dana. 

Selain itu, penipu juga biasa menggunakan skema berupa koin palsu yang mirip dengan asli dan meyakinkan pengguna untuk berinvestasi di dalamnya sambil menjanjikan potensi pertumbuhan mata uang kepada korban. Pada kenyataannya, ini hampir tidak pernah sukses dan pengguna menghabiskan hanya akan menghabiskan uangnya saja. 

5. Penerbangan dan akomodasi

Pakar Kaspersky telah mengamati banyak halaman phishing yang meniru layanan penerbangan yang menawarkan tiket ke Doha dengan harga yang murah. 

Hal yang bisa mudah dicermati, biasanya meski halaman web punya tampilan yang bagus, tapi ejaan penulisannya sangatlah buruk, domain yang baru didaftarkan, dan fungsi situs yang terbatas. 

Lalu, pengguna hanya dapat memilih Qatar dalam daftar negara tujuan. Setelah detail penerbangan dimasukkan, korban biasanya akan diminta untuk memasukkan data pribadi beserta ID dan informasi kredit.

Tips Menghindari Penipuan Online

1. Periksa link sebelum mengklik. Arahkan kursor ke atasnya untuk mempratinjau URL, dan cari kesalahan ejaan web ataupun penulisan lainnya. 

2. Periksa tata bahasa dan ejaan. Biasanya penipu sering tidak memperhatikan tanda baca dan penulisan. Begitu juga dengan ungkapan yang aneh atau pilihan kata yang tidak biasa yang dihasilkan dari situs terjemahan. 

3. Jangan akses link yang berasal dari email. Sebagai gantinya, Anda dapat membuka tab atau jendela baru dan memasukkan URL bank Anda atau tujuan lainnya secara manual.

4. Cermati jenis informasi yang diminta. Perusahaan yang sah tidak menghubungi Anda secara tiba-tiba melalui email yang tidak diminta untuk menanyakan informasi pribadi Anda seperti detail perbankan atau kartu kredit ataupun nomor identitas diri.

5. Anda harus hati-hati, jika ada pesan yang datang tiba-tiba dan meminta Anda untuk "memverifikasi detail akun" atau "memperbarui informasi akun” 

 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala dunia 2022 penipuan kasus penipuan Penipuan Online
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top