Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Situs Peninggalan Umat Kristen Ditemukan di Uni Emirat Arab

Arkeolog menemukan situs peninggalan umat kristen di UEA, yang diprediksi usianya lebih tua dari muculnya islam di negara tersebut.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 08 November 2022  |  13:43 WIB
Situs Peninggalan Umat Kristen Ditemukan di Uni Emirat Arab
Situs peninggalan umat kristen di Uni Emirat Arab
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah situs peninggalan Kristen kuno telah ditemukan di sebuah pulau di lepas pantai Uni Emirat Arab.

Situs berupa kompleks keagamaan, termasuk biara itu, mungkin berasal dari masa sebelum penyebaran Islam di seluruh Jazirah Arab.

Dilansir dari VOA, situs ini memberikan banyak informasi kepada para peneliti tentang Kekristenan awal di daerah Teluk Persia. Ini adalah biara kedua yang ditemukan di Emirates, sejak 1.400 tahun yang lalu.

Ketika Islam menyebar di daerah itu, para ahli percaya orang Kristen perlahan-lahan menjadi Muslim. Saat ini, orang Kristen tetap menjadi minoritas di Timur Tengah.

Timothy Power dari Universitas Uni Emirat Arab menggambarkan UEA hari ini sebagai “peleburan negara-negara”.

Biara itu terletak di Pulau Siniyah di Umm al-Quwain, sebuah emirat sekitar 50 kilometer timur laut Dubai. Pulau ini memiliki serangkaian daerah berpasir yang muncul seperti jari. Di satu, ke timur laut pulau itu, para peneliti menemukan biara tersebut.

Sampel yang ditemukan di tanggal pendirian biara antara 534 dan 656. Nabi Islam Muhammad lahir sekitar 570 dan meninggal pada 632.

Dilihat dari atas, denah biara menunjukkan umat Kristen awal berdoa di dalam gereja kecil. Kamar-kamar di dalam biara tampaknya memiliki area pembaptisan, serta oven untuk memanggang roti atau wafer untuk ritus komuni. Area lain juga kemungkinan memiliki sebuah altar dan instalasi untuk anggur persekutuan.

Di sebelah biara terdapat bangunan kedua dengan empat kamar, kemungkinan di sekitar area terbuka yang dikenal sebagai halaman. Ini mungkin rumah seorang pemimpin gereja mula-mula seperti kepala biara atau bahkan uskup.

Di dekatnya juga terdapat sebuah desa yang dibom Inggris pada tahun 1820 sebelum daerah tersebut menjadi bagian dari apa yang dikenal sebagai Negara Trucial, bentuk awal UEA modern. Penghancuran desa itu menyebabkan terciptanya pemukiman modern Umm al-Quwain di daratan.

Sejarawan mengatakan gereja dan biara awal tersebar di sepanjang Teluk Persia ke pantai Oman saat ini dan sampai ke India. Para arkeolog telah menemukan gereja dan biara serupa lainnya di Bahrain, Irak, Iran, Kuwait, dan Arab Saudi.

Pada awal 1990-an, para arkeolog menemukan biara Kristen pertama di UEA, di Pulau Sir Bani Yas, yang saat ini merupakan kawasan alami yang dilindungi dan lokasi hotel-hotel mewah. Ini juga tanggal kembali ke periode yang sama dengan penemuan baru di Umm al-Quwain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kristen islam situs situs purbakala
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top