Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mengintip Kecanggihan Pesawat CN-235, Buatan Habibie yang Diminati Banyak Negara

Pesawat CN-235 buatan Habibie disebut-sebut sebagai pesawat PTDI yang paling banyak diminati negara asiing
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 Oktober 2022  |  09:55 WIB
Mengintip Kecanggihan Pesawat CN-235, Buatan Habibie yang Diminati Banyak Negara
Pesawat CN-235 civil - PTDI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia memiliki jenis pesawat buatan lokal, hasil mahakarya mendiang Presiden ketiga B.J Habibie, yakni CN-235.

Saat ini, mengutip kemlu.go.id, pesawat itu sudah banyak digunakan oleh sederet negara seperti Venezuela, Senegal, Burkina Faso, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Nepal, dan Brunei Darussalam.

Satu unit pesawat terbang CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) senilai Rp354 miliar dikirimkan untuk Angkatan Udara Senegal dalam kegiatan Ferry Flight pada Jumat (19/03/2021) dari Hanggar Fixed Wing PT DI di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

CN-235 dirancang pertama kali sebagai produksi kerjasama PTDI (dulu IPTN) dengan CASA dari Spanyol, yang kini sudah berganti nama menjadi Airbus Military.

Bukan hanya memenuhi kebutuhan militer, ada juga yang dipakai sebagai penerbangan komersial di wilayah-wilayah kepulauan, hingga sebagai pesawat perorangan (orang VVIP). Semua pesawat dimodifikasi sesuai dengan permintaan dari klien.

PTDI telah memproduksi dan mengirimkan pesawat CN-235 sebanyak 69 unit untuk customer dalam negeri maupun luar negeri, dari total sebanyak 286 unit populasi pesawat CN-235 series di dunia.

Saat ini PTDI merupakan satu-satunya industri manufaktur pesawat terbang di dunia yang memproduksi pesawat CN-235. Tingginya potensi penggantian pesawat tua menjadi potensi yang sangat besar bagi PTDI untuk menambah pendapatannya.

Sejarah pesawat CN-235

Mengutip laman resmi PTDI, pembuatan CN-235 dimulai pada 17 Oktober 1979, saat IPTN dan CASA (sekarang Airbus Defence & Space) mendirikan perusahaan joint-venture baru, Aircraft Technology (Airtech) untuk merancang CN235.

Dalam kerjasama untuk tujuan ekspor, PTDI memproduksi sayap luar, stabilizer horizontal, sirip vertikal dan pintu untuk Airbus Defence & Space, sedangkan Airbus Defence & Space memproduksi hidung yang dibongkar, kokpit yang dibongkar, dan sayap tengah untuk PTDI.

Prototipe pertama “Elena” produksi CASA melakukan penerbangan perdana pada 11 November 1983 dan prototipe kedua “Tetuko” produksi IPTN (sekarang PTDI) terbang pertama kali pada Desember 1983. Produksi serial dimulai pada 1986 untuk 10 dan 100 versi.

Kemudian PTDI mengembangkan versi perbaikan seperti versi 110 dan 220, sedangkan Airbus Defence & Space dengan versi 200 dan 300. Saat ini, lebih dari 300 CN235 telah diproduksi dalam banyak versi dengan dua mesin General Electric CT7-9C terbaru (masing-masing memiliki 1.750 SHP).

Spesifikasi 

Pesawat multiguna baru ini memiliki kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL) di landasan yang kokoh sepanjang 800 meter, pintu ramp untuk barang keluar/masuk dengan mudah, dan karakteristik perawatan berbiaya rendah.

Dikutip dari laman Binus University, Pesawat CN-235 dikenal dengan kemampuan radarnya untuk mendeteksi target yang kecil hingga 200 Nautical Mile (NM).

Pesawat ini juga menggunakan mesin turboprop General Electric GE CT7-9C dan teknologi Multihop Capability Fuel Tank yang berfungsi agar pesawat dapat melanjutkan penerbangan tanpa mengisi ulang bahan bakar. Beberapa penggunaan teknologi yang digunakan pada pesawat ini adalah sistem avionik, full glass cockpit, dan autopilot yang memungkinkan pesawat untuk terbang selama 8 jam.

Pesawat ini juga dilengkapi dengan kemampuan-kemampuan lainnya, berupa Quick Change Configuration, Retractable Landing Gear, dan High Wing Configuration. Pesawat CN 235 memiliki beragam versi. Tidak hanya untuk penerbangan biasa, namun salah satu versi pesawat CN-235 juga dapat digunakan untuk keperluan militer.

Penggunaannya dalam militer berupa pemanfaatan sistem komputer yang dipadukan dengan sistem sensor serta fitur Identification Friend or Foe (IFF) dan sistem Forward Looking Infrared (FLIR) guna mendeteksi bahkan dalam kegelapan.

Pesawat CN235-220 dapat lepas landas dengan jarak yang pendek dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput, mampu terbang selama delapan jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot, dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.

Selain itu, pesawat ini juga dilengkapi dengan Tactical Console (TACCO), 360⁰ Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 NM (Nautical Mile) dan Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal sehingga dapat diperoleh posisi objek yang mencurigakan.

Terdapat juga Forward Looking Infra Red (FLIR) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target, serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi, baik dalam kondisi siang maupun malam hari.

Jenis pesawat CN-235

Salah satu series pesawat CN-235 yakni CN-235-220. Pesawat ini sangat istimewa karena memiliki 5 konfigurasi yang dapat dirubah dalam waktu singkat, yaitu konfigurasi untuk pengangkutan pasukan/penerjun payung, konfigurasi untuk VIP, konfigurasi untuk evakuasi medis, pesawat penumpang, dan kargo.

Pesawat multiguna ini juga sangat cocok untuk digunakan di Negara yang memiliki geografi pegunungan.

Pesawat udara CN-235-220 ini memiliki beberapa keunggulan, yakni dapat lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput, dan dilengkapi dengan pintu belakang (ramp door) serta mampu terbang dengan jarak jangkau sejauh 1.773 km atau kurang lebih selama 8 jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ptdi habibie bj habibie pesawat
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top