Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Bebas Visa 11 Oktober 2022, Akankah Tarik Wisatawan di Tengah Ancaman Rudal?

Berikut aturan liburan di Jepang selama pandemi covid, saat mereka membuka perbatasan pada 11 Oktober 2022.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 Oktober 2022  |  08:47 WIB
Jepang Bebas Visa 11 Oktober 2022, Akankah Tarik Wisatawan di Tengah Ancaman Rudal?
Kota Tokyo Jepang
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang akan membuka perbatasannya dengan negara luar mulai 11 Oktober 2022 mendatang.

Per 22 September 2022 lalu, akan memberikan bebas visa serta melonggarkan langkah-langkah pengendalian perbatasan dan mengakhiri pembatasan kedatangan per 11 Oktober 2022.

Kebijakan itu, telah memicu gelombang permintaan perjalanan yang belum pernah terjadi sebelumnya ke negara itu. Jepang.

Berita itu bertepatan dengan yen Jepang merosot ke level terendah terhadap dolar dalam hampir seperempat abad, membuat kepulauan Jepang menjadi tujuan yang menarik bagi pengunjung dari luar negeri.

Wendy Wu Tours, spesialis tur grup terkemuka Inggris ke Jepang, melaporkan serapan mengejutkan sebesar 170% terhadap minat di Jepang untuk September 2022 dibandingkan bulan Agustus sebelumnya.

Jumlah rombongan wisatawan terbesar ke Jepang dari Inggris, Australia, dan Selandia Baru, kabar ini muncul karena operator diberikan pembebasan awal khusus oleh Pemerintah Jepang dan Dinas Pariwisata Nasional Jepang dan disambut kembali ke Jepang pada awal September, sebagai salah satu perusahaan pertama yang diizinkan kembali dengan grup wisata.

Sementara itu, apakah pembebasan visa tersebut akan menarik wisatawan, di tengah ancaman serangan rudal dari Korea Utara?

Dikutip dari Antara, Warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Prefektur Hokkaido, Jepang, mengatakan sempat ada peringatan dari pemerintah setempat untuk berlindung dari tembakan peluru kendali Korea Utara pada Selasa (4/10) pagi.

“Tadi di handphone ada peringatan untuk mengungsi,” kata salah seorang WNI, Sholihah, yang dihubungi ANTARA dari Tokyo, Selasa.

Namun menurut Sholihah, situasi terkini masih normal dan tidak terdengar suara tembakan atau apa pun yang bersumber dari rudal tersebut.

“Enggak ada (suara tembakan), di luar juga saya lihat tidak ada apa-apa, normal saja,” katanya.

Sholihah mengaku belum melihat adanya penduduk yang mengungsi dari sekitar daerah tempat tinggalnya.

Korut dilaporkan telah menembakkan rudal balistik ke wilayah Utara Jepang pada Selasa (4/10) pagi, pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.

Aksi tersebut memicu peringatan bagi penduduk untuk berlindung dan penangguhan sementara operasi kereta.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mengimbau semua WNI, terutama di Prefektur Aomori dan Hokkaido, untuk senantiasa mematuhi imbauan pemerintah setempat terkait tembakan rudal Korut.

Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo Ali Sucipto mengatakan pihaknya juga membuka hotline 24 jam yang bisa dihubungi di nomor +818035068612 dan +818049407419 untuk KBRI Tokyo dan +818031131003 untuk KJRI Osaka.

“Jadi kami menyampaikan imbauan kepada masyarakat Indonesia supaya hati-hati dan mengikuti imbauan dari pemerintah setempat kalau ada apapun pasti bisa melaporkan melalui WA grup itu,” katanya.

Berdasarkan data Imigrasi Jepang hingga Juli 2022, terdapat 936 WNI yang berada di Prefektur Hokkaido dan 166 WNI di Aomori dari total 59.820 WNI yang ada di seluruh Jepang.

Rudal Korut yang dilaporkan ditembakkan pada Selasa itu melintasi Jepang sekitar satu menit dan mendarat di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negara itu sebelum jatuh ke Samudra Pasifik.

Rudal tersebut terbang sejauh 4.600 kilometer ke ketinggian maksimum 1.000 kilometer.

Meski membuka border, namun Jepang masih menerapkan beberapa aturan terkait covid bagi turis yang mengunjungi negaranya.

Berikut beberapa tips etiket Covid-19 yang penting untuk diketahui saat mengunjungi Jepang dilansir dari Timeout.

1. Pakai masker

Meskipun masker tidak lagi umum di negara lain, masker masih sangat umum di Jepang. Tidak mutlak wajib memakai masker wajah di Jepang tetapi dianjurkan di dalam ruangan dan di transportasi umum. Plus, banyak tempat termasuk museum, restoran, dan toko masih meminta pengunjung untuk memakai masker sebelum masuk.

2. Ikuti aturan anti covid lainnya

Selain mengenakan masker wajah, banyak tempat masih akan mengukur suhu Anda dan meminta Anda untuk membersihkan tangan saat berjalan di pintu. Suhu biasanya diambil dengan memindai pergelangan tangan atau dahi Anda.

Jika memungkinkan, Anda juga harus mempraktikkan jarak sosial. Untuk menghindari penyebaran kuman, toilet umum kini telah mematikan pengering tangan otomatisnya. Jadi, ada baiknya untuk membawa handuk kecil di dalam tas Anda dan beberapa pembersih tangan tambahan juga.

3. Reservasi

Sejak pandemi, banyak tempat termasuk restoran dan museum sekarang memerlukan reservasi terlebih dahulu untuk membantu menghindari kepadatan.

Museum, khususnya, sekarang menerapkan sistem masuk berwaktu, jadi Anda harus memutuskan slot waktu masuk saat memesan tiket.

Anda bisa reservasi di situs web resmi objek wisata Anda.

4. Gunakan non tunai

Selama beberapa tahun terakhir, Jepang telah memperkenalkan sejumlah opsi pembayaran tanpa uang tunai yang sangat nyaman selama masa pandemi ini.

Tapi, Anda juga masih harus menyimpan cash, karena banyak toko dan restoran kecil di Jepang hanya menerima uang tunai.

5. Cek kesehatan Anda

Selain itu, jika Anda merasa tidak enak badan, sebaiknya istirahat dan hindari keluar rumah. Pasti layak untuk tinggal jika suhu Anda mencapai 37,5 derajat Celcius (99 derajat Fahrenheit).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang wisata Pariwisata destinasi wisata
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top