Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejarah Stadion Kanjuruhan, Saksi Mata Tragedi Tewasnya 127 Suporter

Berikut sejarah stadion kanjuruhan di kota Malang Jatim yang menjadi lokasi terjadinya kerusuhan suporter yang menewaskan 127 orang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 02 Oktober 2022  |  09:03 WIB
Sejarah Stadion Kanjuruhan, Saksi Mata Tragedi Tewasnya 127 Suporter
Stadion Kanjuruhan - kanjuruhan.weebly
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Dari meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polr.

Sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

Stadion Kanjuruhan yang merupakan maskaer Arema FC menjadi saksi dalam tragedi berdarah tersebut. Ini sejarah stadion kebanggan suporter Aremania tersebut. 

Menurut kanjuruhan.weebly.com, stadion tersebut terletak di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dibangun sejak tahun 1997 silam dengan menelan biaya mencapai Rp35 miliar.

Pada 9 Juni 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri resmi menandatangani plakat yang diletakkan di depan stadion milik Pemerintah Kabupaten Malang ini, dengan ditandai gelaran pertandingan kompetisi Divisi I Liga Pertamina Tahun 2004, antara Arema Malang melawan PSS Sleman.

Pertandingan berakhir untuk kemenangan Arema 1-0. Itulah pertama kalinya Arema dan Aremania pindah dari kandang lama Stadion Gajayana, Kota Malang ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Sejak kepindahannya ke Stadion Kanjuruhan, kisah keberuntungan dan kemalangan seolah silih berganti datang dan pergi menyertai perjalanan Arema. 

Saksi Mata Kejayaan Singo Edan

Stadion Kanjuruhan menjadi saksi bisu perjalanan langkah skuat Singo Edan menggapai mahkota Copa Indonesia 2005 dan 2006. Sebelum babak final di dua edisi Piala Indonesia itu, Arema meraih kemenangan-kemenangan penting di Stadion Kanjuruhan sehingga mengantarkannya kepada pertempuran di partai puncak hingga mengangkat trofi juara dua kali berturut-turut.

Di Stadion Kanjuruhan ini pula, Aremania pernah meraih predikat The Best Suporter di ajang Copa Indonesia 2006, meski pemberian gelar dan hadiah tak dilakukan secara simbolis di Stadion Kanjuruhan.

Di stadion ini Arema juga pernah ditahbiskan sebagai kampiun kompetisi sepakbola kasta tertinggi bertajuk Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Kala itu, upacara penobatan juara digelar lewat laga Perang Bintang antara Arema Indonesia melawan Tim All-Star, yakni gabungan 22 pemain yang bermain di ISL pada 6 Juni 2010.

Arema selaku juara ISL harus takluk dengan skor tipis 4-5. Di akhir laga, kiper Arema, Kurnia Meiga Hermansyah pun diganjar gelar Pemain Terbaik ISL 2009-2010 di stadion ini. Selain gelar juara tersebut, di tahun 2010, Panpel Arema juga mendapatkan gelar Panpel Terbaik dalam ISL 2009-2010. Selain itu berkat kerjasama dengan Aremania, Panpel Arema mampu mencatatkan rataan penonton tertinggi se-Asia Tenggara untuk musim kompetisi 2009-2010 dan 2010-2011.

Stadion yang juga menjadi kandang klub medioker milik Pemerintah Kabupaten Malang, Persekam Metro FC ini pun sempat menjadi saksi betapa luar biasanya Aremania dalam mendukung klub kebanggaannya Arema. Sebut saja beberapa kali aksi pengibaran bendera raksasa berlogo Arema, termasuk aksi kolosal One Incredible Blue (OIB) pada musim 2014, hingga One Soul One Nation yang baru saja kita lewatkan pada 17 Januari 2016 lalu.

Dinilai angker

Kanjuruhan juga sempat menjadi stadion yang “angker” lantaran ditinggal para “penghuninya” di ISL musim 2011-2012, kala terjadi dualisme klub Arema. Stadion berkapasitas 45 ribu itu hanya terisi tak lebih dari seribu orang saja di tiap laga yang dilakoni Arema selama putaran pertama.

Lambat laun, di putaran kedua, stadion ini kembali penuh oleh lautan biru Aremania.Pada awal musim 2014, stadion ini mengalami penambahan satu tribun, yakni tribun berdiri. Tribun ini berada di sekeliling sentelban dengan pagar yang memisahkan tribun dengan lapangan.

Penambahan tribun ini praktis menambah kapasitas stadion menjadi benar-benar mencapai 45 ribu penonton. Ketua Panpel Arema, Abdul Haris menyatakan jika penambahan tribun ini dimaksudkan untuk mengantisipasi membludaknya Aremania pada laga-laga tertentu bertajuk big-match.

Fasilitas

Ada beragam fasilitas yang ada di dalam stadion Kanjuruhan tersebut yakni sebagai berikut

1. LAPANGAN UTAMA

Merupakan lapangan sepak bola berstandar nasional, lengkap dengan lintasan atletik, dengan tribun penonton berkapasitas 40.000 orang. Untuk memenuhi kebutuhan sanitasi, Stadion dilengkapi dengan 28 unit toilet di tribun ekonomi dan 18 ruangan toilet di gedung Stadion. 

Sistem lampu sorot (flood-light) dengan daya lampu terpasang sebesar 320 kiloWatt, dengan kuat penerangan rata-rata sebesar 1200 lux (sesuai standar FIFA) siap  mengakomodasi pertandingan atau kegiatan skala besar yang diselenggarakan di malam hari. 
Juga dilengkapi dengan sebuah videotron yang digunakan sebagai papan skor elektronis  dan  penunjuk waktu pertandingan.

2. LAPANGAN LUAR

Terletak di sebelah selatan, merupakan lapangan sepak bola standar dengan lintasan atletik dan berpagar setinggi 2 meter yang dipergunakan untuk latihan sepakbola dan atletik, serta untuk mewadahi beberapa sekolah sepak bola yang ada di kabupaten Malang

3. SEPATU RODA

Lintasan sepanjang 200 meter itu, terletak di kawasan Stadion Kanjuruhan, dibangun dari APBD  pada tahun 2013. Lintasan ini dijadikan sebagai tempat latihan dari beberapa klub sepatu roda dikawasan Kabupaten Malang dan sekitarnya.

Pada akhir tahun 2013 digelar Kejuaraan Bupati Malang Cup II, pada kejuaraan tersebut ditargetkan diikuti 500 atlet dari 30 klub sekaligus untuk meresmikan lintasan sepatu roda Kanjuruhan.

Even yang terakhir digelar adalah Kejurnas Sepatu Roda yang berlangsung pada 16-17 Desember dan diikuti antar klub Tingkat Nasional dan diikuti perwakilan dari 12 provinsi serta 20 kota kabupaten dengan memperebutkan tropi Bupati Cup VI tahun 2017

Lintasan ini dilengkapi dengan pagar pembatas lintasan dan lampu penerangan yang memadai untuk pemakaian lintasan pada malan hari.

4. KOLAM RENANG

D​alam rangka mewujudkan suatu kawasan Sport Center yang terpadu, pada awal tahun 2018 telah diresmikan sebuah gedung kolam renang berstandar internasional yang terdiri dari tiga buah kolam, yatu kolam renang outdoor, kolam renang indoor berstandar internasional dilengkapi dengan tribun penonton dan fasilitas penunjang lainnya serta sebuah kolam untuk Loncat Indah.

Dengan dibangunnya kolam ini diharapkan prestasi atlit renang Kabupaten Malang akan semakin meningkat. 

Selain sebagai pusat kegiatan olahraga, Stadion Kanjuruhan juga memiliki tempat rekreasi bagi keluarga yang berupa kolam renang anak dengan kedalaman rata-rata 60 cm dengan target pengunjung keluarga yang mempunyai balita dan anak usia PAUD sampai dengan Taman Kanak-kanak.

Menjadi satu kawasan dengan kolam renang anak terdapat Taman Lalu Lintas sebagai sarana edukasi keselamatan transportasi bagi anak usia Taman Kanak-kanak dan Sekolah dasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stadion Kanjuruhan Arema FC arema persebaya
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top