Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Deretan Produk Makanan Indonesia yang Pernah Ditarik dari Peredaran Pasar Luar Negeri

Simak daftar makanan asal Indonesia yang pernah dilarang dan ditarik dari peredaran di pasar luar negeri.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 29 September 2022  |  22:12 WIB
Deretan Produk Makanan Indonesia yang Pernah Ditarik dari Peredaran Pasar Luar Negeri
Ilustrasi makanan ditarik dari peredara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Selain produk Mie Sedaap rasa Korean Spicy Chicken, yang harus ditarik peredarannya dari pasar luar negeri, karena dianggap oleh Centre for Food Safety (CFS) Hong Kong punya kandungan bahan kimia pestisida, etilen oksida (ethylene oxide) pada sampel pengujian.

Ternyata ada sejumlah produk asal Indonesia lainnya yang harus ditarik dari peredaran pasar luar negeri, karena mengandung bahan pangan alergen.

Melansir dari Channel News Asia, alergen sendiri adalah senyawa bahan pangan yang dapat memicu alergi atau reaksi sistem kekebalan tubuh manusia. Lantas, apa saja daftar produk makanan indonesia yang ditarik peredarannya di luar negeri? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

1. Mie Sedap Korean Spicy Chicken

Centre for Food Safety (CFS) Hong Kong merilis informasi adanya kandungan pestisida pada produk Mie Sedaap rasa Korean Spicy Chicken.

Mengutip keterangan resmi dari CFS, terdapat kandungan bahan kimia pestisida, etilen oksida (ethylene oxide) yang dilarang oleh Uni Eropa karena dapat menyebabkan kanker. CFS menarik peredaran produk dari pasar serta menganjurkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi produk terkait.

Melansir dari The Standard, Mie Sedaap yang didistribusikan oleh Golden Long Food Trading Ltd selaku agen tunggal dan PARKnSHOP (HK) Limited yang bertugas sebagai pengecer dengan tanggal kadaluwarsa 19 Mei 2023 harus segera dihentikan edarannya

Hasil tes menunjukkan lewat sampel produk dari supermarket di Lok Fu, CFS menemukan adanya kandungan pestisida etilen oksida pada mie, kemasan bumbu dan kemasan cabai. CFS sudah menginformasikan pada penjual untuk menyetop penjualan dan menarik produk dari pasar," tulis CFS dalam keterangan resminya pada Selasa (27/9/2022).

Etilen oksida telah diklasifikasikan sebagai kelompok satu oleh Badan Internasional Penelitian Kanker, yang berarti bahan kimia tersebut bersifat karsinogenik bagi manusia.

Paparan dapat menyebabkan sakit kepala, mual, diare, kesulitan bernapas dan masalah lainnya, sedangkan paparan jangka panjang dapat menyebabkan kanker pada manusia.

2. Kecap Manis ABC (ABC Sweet Soy Sauce)

Dalam siaran persnya pada Selasa (6/09/2022) lalu, SFA menyampaikan bahwa produk yang ditarik dari peredaran di Singapura adalah Kecap Manis ABC yang disebut mengandung sulfur dioksida yang tidak dicantumkan pada label kemasan.

Mengutip dari Singapore Food Agency (SFA), penarikan tersebut berlaku untuk semua Kecap Manis ABC yang diimpor oleh New Intention Trading, dengan tanggal kedaluwarsa 26 Juni 2024.

SFA juga menambahkan, kehadiran sulfur dioksida, sebenarnya tidak menimbulkan masalah keamanan pangan bagi konsumen pada umumnya, kecuali bagi mereka yang alergi.

3. Saus Sambal Ayam Goreng ABC (Sambal Ayam Goreng Sauce)

Tak hanya itu, pada waktu yang bersamaan pula, tepatnya Selasa (6/09/2022), produk Saus Sambal Ayam Goreng ABC yang diimpor oleh Distributor Arklife dan memiliki tanggal kadaluwarsa 6 Januari 2024 harus ditarik dari pasaran. Hal ini, dikarenakan produk tersebut tidak mencantumkan informasi alergen sulfit dan Bahan Tambahan Pangan (BTP), seperti asam benzoat pada label kemasan.

Meski begitu, melansir dari Channel News Asia, SFA memberi keterangan lebih lanjut bahwa kadar sulfur dioksida dan asam benzoat yang terdeteksi berada dalam batas yang diizinkan dalam saus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mie Sedaap abc makanan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top