Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah BUMN 2022: Museum Batu Bara & Komitmen PTBA Bangun Kota Wisata

Museum Batu Bara Bukit Asam salah satu bukti komitmen PTBA yang ingin menyulap kawasan pertambangan batu bara Tanjung Enim menjadi kota wisata.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 28 September 2022  |  14:42 WIB
Jelajah BUMN 2022: Museum Batu Bara & Komitmen PTBA Bangun Kota Wisata
Foto udara lanskap wahana Gua Coal Park dalam Museum Batu Bara Bukit Asam besutan PTBA di Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatra Selatan. - Bisnis.com/Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG - Upaya PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membangun Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatra Selatan sebagai kota wisata tampak semakin terasa, terutama sejak dibukanya Museum Batu Bara Bukit Asam pada 18 Agustus 2022 lalu.

Tim Jelajah BUMN 2022 berkesempatan mengunjungi museum yang berdiri di lahan sekitar 4,5 hektare tersebut ditemani Manajer Museum Batu Bara Bukit Asam Jhakaria dan Koordinator Perencana Tanjung Enim Kota Wisata PTBA Budi Lesmono, pada Selasa (27/9/2022) sore.

Secara umum, area utama museum merupakan bangunan tua bekas kantor pertambangan batu bara sejak zaman kolonial. Desain bangunan, jendela, pintu, sampai rangka atap gedung masih asli, bahkan mesin derek di atas atap pun masih berfungsi.

Museum Batu Bara yang mengangkat tema wisata edukasi terkait sejarah pertambangan batu bara, mekanisme produksi, jenis-jenis batu bara, serta pengetahuan terkait alat-alat tambang dari zaman dahulu sampai era modern ini terbilang cocok untuk dikunjungi anak sekolah.

Terlebih, hanya dengan tiket Rp20 ribu, anak-anak dipastikan sumringah menaiki wahana ruang kereta bawah tanah yang kental dengan nuansa pertambangan atau memasuki Gua Coal Park yang menyuguhkan perbedaan produksi tambang batu bara di tiga negara.

Secara kebetulan, Tim Jelajah BUMN 2022 masuk berbarengan dengan rombongan pengunjung siswa-siswi PAUD Budi Jaya dari Desa Lebak Budi, Muara Enim, yang setidaknya harus memakan waktu tempuh sekitar satu jam untuk menuju lokasi.

Elsa (30), salah seorang orang tua murid yang menemani anaknya untuk pertama kali mengunjungi kawasan ini, mengaku senang melihat anak-anaknya yang antusias dengan wahana-wahana dalam Museum Batu Bara Bukit Asam.

"Tempatnya pas buat bermain sambil belajar anak-anak kecil. Apalagi sejak saya tahu tempat ini pertama kali, semakin banyak wahana-wahana baru. Jadi sangat layak untuk dikunjungi, dan ternyata memang sesuai ekspektasi," ungkapnya kepada Tim Jelajah BUMN 2022.

Sebagai informasi, selain kereta bawah tanah dan Gua Coal Park, museum juga memiliki wahana permainan terkait pertambangan, gim virtual reality (VR) bernuansa tambang, air mancur menari, serta perahu air.

Sedikit berbeda, pasutri John (29) dan Monika (29) yang sedang dalam perjalanan berlibur ke kampung halaman, mengaku tertarik mengunjungi museum karena secara tidak langsung telah menjadi ikon baru Tanjung Enim.

"Saya lahir dan besar di Tanjung Enim, tapi sekarang sudah ke kota, bekerja di rumah sakit. Sementara istri asli Kalimantan, sehingga kami senang sekali akhirnya ada tempat wisata bagus di kampung halaman saya," ungkapnya.

Sebagai gambaran, pengelola Museum Batu Bara Bukit Asam mengungkap rekor pengunjung harian sejak dibuka sampai saat ini sempat menyentuh 3.000 orang per hari, terutama pada akhir pekan.

Bahkan, pengunjung dari Palembang dan kota-kota besar Sumatra lainnya mulai berdatangan pada Sabtu-Minggu. Namun, pada hari biasa, kunjungan dari rombongan anak sekolah lebih dominan.

Fenomena ini tentu menjadi berkah buat Jhaka bersama 14 orang tim pengelola museum, juga belasan pekerja bagian umum dan perawatan area museum, yang mayoritas merupakan warga asli Tanjung Enim.

Gandeng BUMDes Area Muara Enim

Selain itu, mulai ramainya pengunjung pun menjadi berkah buat UMKM dalam kawasan. Sebagai informasi, PTBA bersama pihak pengelola museum bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) seantero Muara Enim dalam pengelolaan area kuliner.

Sri (45), salah satu UMKM dalam kawasan yang menjajakan makanan ringan dan katering Masakan Minang pada hari tertentu, mengungkap bisa meraup Rp500.000 sampai Rp1 juta per hari pada akhir pekan.

"Hari Jumat sampai Minggu kami biasanya masak banyak, tapi kalau di hari kerja cuma makanan ringan. Saya tadinya kaki lima di pinggir jalan, tapi setelah bisa bergabung ke museum, alhamdulillah membantu sekali buat membiayai kuliah anak di Bogor," ungkapnya.

Terlebih, kendati area kuliner berada dalam kawasan museum, pengelola memungkinkan area ini memiliki jam buka yang lebih lama, sampai jelang tengah malam, serta memiliki area terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar pertunjukan. Alhasil pengusaha UMKM dalam kawasan juga berkesempatan meraup berkah secara optimal.

Sebagai informasi, PTBA sebagai emiten pertambangan pelat merah bagian holding BUMN Mining Industry Indonesia (MIND ID) telah mencanangkan Program Tanjung Enim Kota Wisata bersama Pemerintah Kabupaten Muara Enim sejak 2016.

Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie menjelaskan pihaknya akan terus membangun berbagai sarana dan infrastruktur fisik, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam kawasan, demi mengembangkan pariwisata Tanjung Enim, terutama di area reklamasi pascatambang.

Selain Museum Batu Bara, PTBA telah merealisasikan infrastruktur seperti Pusat Kuliner, Taman Sriwijaya, Mini Zoo & Jogging Track Tanjung Enim, pembangunan pedestrian dan perbaikan jalan, serta ikon Plaza Saringan yang memamerkan senjata khas bernama Tombak Kujur.

"Area-area bekas tambang lainnya pun akan dijadikan kawasan hijau untuk ekowisata, misalnya botanical garden, danau buatan, taman buah orchard park, ruang terbuka hijau Berangau Park, dan lain-lain," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (28/9/2022).

Tak hanya membangun objek wisata baru, PTBA pun berupaya melibatkan masyarakat setempat untuk mengembangkan dan mengemas identitas kebudayaan lokal menjadi daya tarik untuk pariwisata. Antara lain, pengembangan Batik Kujur, Songket, kesenian gitar tunggal, Tari Sambut, hingga kuliner khas Tanjung Enim.

Ke depan, PTBA bersama pemerintah daerah masih akan menggelar pembinaan masyarakat dalam hal peningkatan kompetensi budaya dan kewirausahaan, agar masyarakat setempat siap terjun di sektor wisata.

"Terlebih dengan adanya Tol Trans Sumatera, ke depannya akses ke Tanjung Enim pun akan semakin mudah. Harapan kami dapat dijangkau oleh semakin banyak wisatawan-wisatawan dari luar," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah BUMN museum destinasi wisata emiten batubara ptba
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top