Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wisata Pecinan Kembang Jepun Mulai Menarik Wisatawan

Kya-Kya Reborn, bangkitnya destinasi wisata kembang Jepun mulai menarik minat wisatawan
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 25 September 2022  |  13:09 WIB
Wisata Pecinan Kembang Jepun Mulai Menarik Wisatawan
Wisata Pecinan Kembang Jepun
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wilayah Kembang Jepun merupakan salah satu kawasan pusat bisnis di Indonesia yang menyimpan sejarah perdagangan sejak masa penjajahan Jepang.

Kembang Jepun dulunya adalah kawasan bisnis utama dan pusat kota Surabaya. Walaupun bukan menjadi yang utama, kawasan ini tetap menjadi salah satu sentra bisnis hingga saat ini. Kawasan ini terkenal sebagai pusat perdagangan grosir, yang kemudian dikenal sebagai CBD (central business district) I Kota Surabaya.

Jalan Kembang Jepun dulunya dinamakan Handelstraat (handel berarti perdagangan, straat artinya jalan), yang kemudian tumbuh sangat dinamis. Pada zaman pendudukan Jepang lah nama Kembang Jepun menjadi terkenal, ketika banyak serdadu Jepang (Jepun) memiliki teman-teman wanita (kembang) di sekitar daerah ini.

Pada era dimana banyak pedagang China menjadi bagian dari napas dinamika Kembang Jepun, sebuah Gerbang kawasan yang bernuansa arsitektur Tionghoa pernah dibangun di sini. Banyak fasilitas hiburan didirikan, bahkan ada yang masih bertahan hingga kini, seperti Restoran Kiet Wan Kie.

Kembang Jepun sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat kawasan bisnis perdagangan grosir dengan sebutan CBD (Central Business District) I Kota Surabaya yang kental akan budaya Jawa, Madura dan Tionghoa. Seiring berjalannya waktu, pada 10 September 2022, Wisata Pecinan Kembang Jepun diresmikan kembali sebagai “Kya-Kya Reborn”.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya yang hadir meresmikan bangkitnya Wisata Pecinan Kembang Jepun mengatakan bahwa Wisata Pecinan Kembang Jepun merupakan representasi kembalinya budaya “Arek” yang lekat dengan nilai-nilai toleransi dan gotong royong yang kuat.

Hadirnya Wisata Pecinan Kembang Jepun mampu membuat seluruh elemen masyarakat kampung terlibat, bergotong royong, dan larut dalam kebersamaan.

Meski sebelumnya sempat alami pasang surut akibat perpindahan pusat perdagangan, kini Pemerintah Kota Surabaya bekerjasama dengan beberapa pemangku kepentingan untuk terus membenahi kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun agar kedepannya dapat menjadi tujuan bagi wisatawan yang menyambangi kota Pahlawan ini.

“Saat ini kami bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) sedang membangun konsep Desa Wisata. Karena kita bisa lihat tingginya potensi wisata dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan pada ribuan desa yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Kembang Jepun ini,” ungkap Wiwiek Widayati, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya. 

Bangkitnya Wisata Pecinan Kembang Jepun ternyata juga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya 60 UMKM yang 30 diantaranya adalah warga sekitar area Wisata Pecinan Kembang Jepun.

Dalam satu hari Wisata Pecinan Kembang Jepun dikunjungi oleh 500 – 1.000 wisatawan yang pada akhirnya membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar, seperti membuka gerai makanan, becak kayuh, kru parkir, kru ojek, tenaga kasar, hingga seniman musik pada saat jam buka Wisata Pecinan Kembang Jepun yaitu pada Jumat dan Sabtu pukul 18.00 – 22.00 WIB.

Semangat bangkitnya Wisata Pecinan Kembang Jepun disambut baik pula dengan turut sertanya Irvan Wahyu Drajad selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertahanan pada serah terima donasi cat yang diberikan Nippon Paint. Melihat antusias ini, kedepannya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertahanan juga akan merestorasi wilayah Pecinan dengan memberikan warna kehidupan bagi sejumlah rumah cagar budaya bersejarah.

Dalam proses restorasi Kembang Jepun, para seniman mural menuangkan karyanya pada sejumlah titik iconic di kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun dengan donasi 125 Liter cat Nippon Weatherbond dan Pylox Basic dari Nippon Indonesia.

Sejumlah bidang mural diaplikasikan dengan Nippon Weatherbond yang tahan terhadap cuaca ekstrim serta tidak mengandung timbal dan merkuri.  

Wirya Atmaja selaku Asst. General Manager Nippon Paint Indonesia mengatakan bahwa Nippon Paint melalui program CSR Warnai Kehidupan #ColouringLives menyambut dengan positif pengembangan kawasan wisata yang dilakukan oleh pemerintah setempat di area ini, dengan harapan Wisata Pecinan Kembang Jepun dapat terus menjadi salah satu destinasi wisata iconic di Surabaya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata destinasi wisata Pariwisata wisatawan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top