Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menikmati Sajian Kuliner Kambing Bu Aspiah di Rest Area Paling Instagramable

Sajian kuliner kambing Bu Aspiah bisa dinikmati pelancong di rest area paling Instagramable, yakni rest area Banjaratma.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 24 September 2022  |  06:45 WIB
Menikmati Sajian Kuliner Kambing Bu Aspiah di Rest Area Paling Instagramable
Sajian sate kambing di Rumah makan Bu Aspiah, rest area KM 260 B Banjaratma - Bisnis / Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, BREBES - Rumah makan Bu Aspiah yang menawarkan sajian kuliner kambing ini cukup ramai digandrungi para pengunjung. Bukan hanya karena rasanya yang nikmat, rumah makan ini berlokasi di rest area paling Instagramable di Indonesia, yakni KM 260 B Banjaratma.

Rumah makan Bu Aspiah menjajakan sejumlah menu seperti sate kambing, tongseng kambing, gulai kambing, sop iga, hingga empal gentong. 

Satu porsi sate kambing tersaji sekitar 10 tusuk. Paduan lemak khasnya membawa rasa gurih dan lumer pada sate kambing ketika dilahap. Daging kambingnya pun cukup lembut dan juicy. Potongan daging di sate ini juga dilumuri sambal kacang dan kecap yang menambah gairah makan para pembeli.

Daging kambing pada tongseng dan gulai pun sama lembutnya. Ini ditambah oleh kuah kental yang kaya akan rempah. 

Sajian berselera itu bisa dinikmati oleh pengunjung saat lapar dan beristirahat. Setiap hari rumah makan Bu Aspiah cukup ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan. Rata-rata dalam sehari, rumah makan ini dikunjungi 100-an orang.

Apalagi, lokasi jualan rumah makan Bu Aspiah tepat berada di dalam rest area Banjaratma. Rumah makan Bu Aspiah sudah ada sejak rest area itu beroperasi, yakni pada 2019.

Rest area paling Instagramable ini berada di ruas jalan tol Pemalang - Pejagan arah Jakarta. Rest area ini mempunyai keunikan tersendiri karena mempunyai nilai sejarah.

Rest area Banjaratma dibangun di atas lahan eks komplek pabrik gula jaman 'onderneming'. Pabrik Gula Banjaratma dibangun pada tahun 1908 oleh N.V. Cultuurmaatschappij, sebuah perusahaan perkebunan berpusat di Amsterdam, Belanda. 

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 10,5 hektar ini, terpaksa harus gulung tikar pada 1997 akibat tingginya biaya operasional. Tak berapa lama bangunan itu ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Bangunan yang kini dikelola oleh PT. PP Sinergi Banjaratma ini mempunyai kesan ikonik karena tetap mempertahankan bangunan asli pabrik. Didominasi material bata merah tanpa plesteran sehingga menyuguhkan kesan retro. Dipandang dari depan rest area, jejak kejayaan Pabrik Gula Banjaratma seolah muncul kembali.

Salah satu pengunjung rumah makan Bu Aspiah di rest area Banjaratma, Nugroho mengatakan ia kerap kali berkunjung ke lokasi istirahat tersebut saat dalam perjalanan karena urusan pekerjaan. Menurutnya, tempat yang unik di bekas pabrik gula itu ditunjang oleh sajian nikmat seperti di rumah makan Bu Aspiah.

"Memang senang makan kambing, dan di sini rasanya nikmat, harganya pun lumayan terjangkau. Tempat makannya pun ada di rest area yang unik," ujarnya kepada tim Jelajah BUMN untuk Indonesia, pada Selasa (20/9/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner sate pabrik gula
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top