Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Soto Legendaris di Probolinggo, Buka Sejak 1980

Soto Pak Koya menjadi salah satu kuliner legendaris di Probolinggo karena buka sejak 1980.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 17 September 2022  |  10:49 WIB
Soto Legendaris di Probolinggo, Buka Sejak 1980
Hidangan Soto Pak Koya di Probolinggo, Jawa Timur. - Bisnis / Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, PROBOLINGGO - Soto Pak Koya menjadi salah satu kuliner khas Probolinggo Jawa Timur yang tidak boleh dilewatkan para pelancong dari berbagai penjuru.

Selain harganya yang tidak terlalu mahal, Soto Pak Koya juga sangat enak, terlebih jika dinikmatinya bersama krupuk dan air teh hangat.

Soto Pak Koya tersebut beralamat di jalan Mayor Jenderal Sutoyo Nomor 10, Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Untuk semangkok soto dan nasi Soto Pak Koya, hanya dikenakan biaya sekitar Rp12.000 per mangkok. Jika ingin tambah potongan ayam atau jeroan dikenakan biaya lagi kisaran Rp15.000-Rp20.000.

Satu mangkok Soto Pak Koya, berisi nasi, irisan daging ayam, telur rebus, tauge, ketela, kemudian pada bagian atasnya ditaburi dengan koya dan kuah santan.

Kuliner Soto Pak Koya tersebut ternyata bukanlah kuliner baru, tetapi cukup legendaris karena sudah turun-temurun sejak awal tahun 1980an.

Kini, Soto Pak Koya diteruskan oleh generasi ketiga yaitu Umi Mardiyah. Nama Pak Koya sendiri adalah nama kakek dari Umi Mardiyah yang dipertahankan sejak dulu sampai saat ini.

Jika pelancong ingin membeli Soto Pak Koya itu, bisa langsung menggunakan Google Maps agar tidak tersesat, karena lokasinya berada di gang tidak jauh dari jalur utama Pantura.

Soto Pak Koya dibuka sejak pukul 06.00 WIB dan tutup pukul 21.00 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Pelabuhan 2022 soto probolinggo
Editor : Rio Sandy Pradana
back to top To top