Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fakta Observatorium Bosscha, Viral Disebut Angker karena Pengabdi Setan 2

Muncul di film Pengabdi Setan 2, ini fakta menarik observatorium Bosscha yang ada di Lembang, Jawa Barat.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 10 Agustus 2022  |  15:01 WIB
Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, Jawa Barat. - Antara
Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, Jawa Barat. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Observatorium Bosscha yang berada di Lembang, Jawa Barat, menjadi perhatian netizen setelah muncul di film Pengabdi Setan 2.

Bosscha pun ramai disebut angker oleh beberapa netizen karena berbagai pengalaman yang dialaminya.

Dalam Pengabdi Setan 2 sendiri, Bossca menjadi latar tempat di mana seorang jurnalis bernama Budiman menemukan sejumlah mayat korban penembakan misterius.

Namun benarkah Observatorium ini angker seperti yang diceritakan dalam film Pengabdi Setan 2?

Berikut sejumlah fakta menarik Bosscha:

Dibangun oleh Belanda

Bosscha dulunya memiliki nama Bosscha Sterrenwacht yang dibangun atas ide Karel Albert Rudolf Bosscha.

Karel berpikiran bahwa saat itu Hindia Belanda harus memajukan ilmu astronomi.

Dibangun pada 1 Januari 1923, Bosscha akhirnya menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung (ITB)sejak 1951.

Pembangunan Observatorium Boscha pun memakan waktu sekitar 5 tahun yakni 1923-1928.

Kubah Bosscha

Atap kubah gedung ini terdapat celah yang bisa membuka dan menutup selebar 3 meter, serta dapat diputar ke segala arah untuk tujuan pengamatan.

Kubah Bosscha memiliki berat 56 ton, diameter 14,5 m, dengan bagian luar kubah tersebut dari atap baja setebal 2 mm dan di dalamnya beratap asbes.

Pada bagian bawah lantai terdapat 3 tiang yang masing-masing memiliki satu bandul untuk meringankan beban lantai ketika digerakkan dengan motor listrik.

Kepentingan Bosscha

Bosscha masuk dalam salah satu tempat bersejarah karena menjadi observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara.

Gedung ini seringkali digunakan untuk pengamatan bulan sabit muda pada hampir setiap bulan. Tiap tahunnya, Bosscha jadi salah satu rujukan untuk penetapan hari-hari besar agama Islam seperti Hari Raya Idulfitri, Hari Raya Iduladha dan lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengabdi setan lembang
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top