Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Deretan Tempat yang Hilang di Indonesia Karena Bencana

Karena kisah ini, ada sebuah film yang pernah mengangkat soal Kota Saranjana berjudul Saranjana Kota Ghaib.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Agustus 2022  |  18:28 WIB
Deretan Tempat yang Hilang di Indonesia Karena Bencana
Peta Indonesia - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Di dunia, ada kota-kota atau tempat yang hilang karena bencana dan juga perjalanan sejarah.

Kota-kota tersebut hilang karena bencana alam seperti gunung meletus, tanah longsor, atau banjir.

Hal serupa terjadi di Indonesia. Ada setidaknya 3 tempat yang hilang di Indonesia. 

1. Kerajaan Tambora, Sanggar, dan Pekat

Layaknya cerita ledakan Gunung Vesuvius yang mengubur Kota Pompeii, ada tiga buah kerajaan di Indonesia yang mengalami nasib serupa.  Tiga kerajaan tersebut adalah Kerajaan Tambora, Kerajaan Sanggar, dan Kerajaan Pekat yang berada tidak jauh dari lokasi gunung.

Kisah meletusnya Tambora diabadikan dalam bentuk naskah Bima yang berjudul Bo Sangaji Kai.

Temuan-temuan peninggalan kerajaan tersebut terus ditemukan oleh masyarakat sekitar maupun dari para arkeolog. Mulai dari kerangka, pecahan keramik, senjata, hingga kerangka rumah. Meskipun sudah tercerahkan, mengenai lokasi pasti pusat kerajaan yang hilang tersebut masih dilakukan pencarian lebih lanjut hingga sekarang.

2. Dukuh Legetang

Salah satu kejadian yang masih segar di benak banyak orang, terutama warga Dieng. Dukuh Legetang menghilang dalam satu malam karena terkena timpaan longsor dari Gunung Pengamun-amun. Kejadian ini terjadi pada malam hari tanggal 16 April 1955, pada malam itu hujan deras mengguyur kawasan Dieng dan sekitarnya, hanya bunyi petir dan angin kencang yang bersahut-sahutan. Pada dini hari, beberapa warga mendengar bunyi dentuman keras seakan langit runtuh ke bumi, namun mereka takut untuk memeriksa karena kondisi yang gelap gulita.

Pagi harinya, warga berduyun-duyun menyaksikan dukuh tersebut tertimbun dan berubah menjadi sebuah bukit kecil. Korban yang berjatuhan tercatat sebanyak 351 orang, terinci dengan 332 berasal dari Dukuh Legetang dan 19 dari dukuh lain. Banyak desas desus beredar mengenai hilangnya dukuh dalam semalam, salah satunya adalah dukuh tersebut sudah berulang kali melakukan maksiat. Namun, secara saintifik, jauh sebelum kejadian ditemukan retakan yang berasal dari gunung yang dalam dan panjang serta mengarah ke Dukuh Legetang

3  Desa di Sidoarjo

Masih segar dalam benak kita kejadian semburan lumpur panas yang ada di Sidoarjo. Kejadian yang termasuk dalam salah satu bencana nasional.

Sebanyak 21 desa hilang dan tenggelam secara perlahan-lahan. Tahun ini, tepat 16 tahun kejadian tersebut terjadi, masalah ganti rugi pun belum terselesaikan dengan baik. Banyak warga yang harus menanggung akibat yang ditimbulkan oleh bencana ini secara fisik, ekonomi, hingga kejiwaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota misterius misteri

Sumber : Tempo.co

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top