Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 6 Museum Wayang di Indonesia yang Bisa Anda Kunjungi

Di Indonesia, ada beberapa museum wayang yang mungkin tidak ada sadari keberadaannya berikut ini dikutip dari berbagai sumber:
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 13 Juli 2022  |  12:33 WIB
Ini 6 Museum Wayang di Indonesia yang Bisa Anda Kunjungi
Museum Gubug wayang Mojokerto - gubugwayang

Bisnis.com, JAKARTA - Wayang adalah seni pertunjukan tradisional asli Indonesia yang berasal dan berkembang pesat di pulau Jawa dan Bali.

Wayang merupakan kesenian utama masyarakat Jawa yang telah ditetapkan menjadi salah satu warisan dunia oleh Unesco, PBB. Wayang berasal dari kata bahasa Jawa ‘wewayangan’ yang artinya bayang-bayang. Wayang di Tanah Jawa bukanlah sebentuk kesenian yang seragam.

Setiap komunitas menciptakan wayang yang dikreasi sedemikian rupa sesuai dengan semangat lokal dan disesuaikan dengan kebutuhan pementasan.

Di Indonesia, ada beberapa museum wayang yang mungkin tidak ada sadari keberadaannya berikut ini dikutip dari berbagai sumber:

1. Museum Wayang Jakarta

Dinas Kebudayaan Jakarta

Pada 13 Agustus 1975, Museum Wayang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Bapak Ali Sadikin. Seiring perkembangan koleksi dan hibah dari Bapak H. Probosutejo, perluasan bangunan Museum Wayang dilakukan untuk menambah tata pamer koleksi agar wayang lebih dikenal oleh masyarakat.

Gedung ini dibangun pada tahun 1640 yang pada awalnya bernama "de Oude Holandsche Kerk".
 
Pada tahun 1732 diperbaiki dan berganti nama "de Nieuw Holandsche Kerk". Bangunan ini pernah hancur total akibat gempa bumi.
 
Kemudian gedung dijadikan museum pada tahun 1939 dengan nama "Oude Bataviasche Museum" oleh "Stichting Oud Batavia" atau Lembaga Batavia Lama.
 
Setelah Indonesia merdeka, tahun 1954 gedung diserahkan kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia.
 
Gedung kemudian diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1962.
 
Digunakan sebagai kantor Walikota Jakarta Barat. Kemudian pada 13 Agustus 1975, Museum Wayang diresmikan oleh Gubernur saat itu, Bapak Ali Sadikin dengan menempati gedung ini.

Dengan bertambahnya koleksi Museum Wayang, perluasan gedung Museum Wayang dilakukan atas hibah dari Bapak H. Probosutejo pada tahun 2003.

2. Museum wayang Banyumas

Kemdikbud

Museum ini mulai dibangun semenjak tahun 1982, sampai saat ini bangunan museum masih terus dikembangkan. Nama Sendang Mas merupakan bentuk singkat dari Seni Pedalangan Banyumas. Penegasan tersebut menegaskan betapa berbedanya Wayang Gagrag Banyumasan dengan jenis wayang lainnya.

Koleksi museum tidak hanya berupa jenis wayang yang merefleksikan lintasan sejarah, melainkan juga sejumlah alat bantu pertunjukkan wayang seperti blencong sebagai alat tata cahaya, gamelan sebagai alat musik wayang baku, calung sebagai alat musik gagrag Banyumasan hingga pakeliran atau layar. Sejumlah koleksi Museum Wayang Sendang antara lain Wayang Gagrag Banyumasan Tempo Dulu dan Sekarang, Gagrag Yogyakarta, Wrayang Krucil, Wayang Prajuritan, Wayang Kidang Kencana, Wayang Golek Purwa.

Kemudian, Wayang Golek Menak, Wayang Suluh, Wayang Beber, Wayang Kulit Purwa, Wayang Suluh, Wayang Golek Purwo, Wayang Golek Menak, Wayang Krucil, Wayang Beber, Gamelan Slendro, Calung/Angklung, Kaligrafi Huruf Jawa, Wayang Suket/Adam Marifat, Banyumas Tempo dulu, dan masih banyak lagi. Selain itu terdapat benda Tosan Aji, Buku perpustakaan dan arkeologi yang memamerkan sejumlah peninggalan peralatan dari bahan baku batu dan kayu.

Wayang Gagrag Banyumasan merupakan tipe wayang khas yang hanya mengambil sebagian elemen dari wayang yang berasal dari daerah lain di Jawa seperti wayang Yogyakarta, wayang Kedu dan wayang Surakarta. Sesuai karakter masyarakat yang mengagungkan kebebasan dan keterbukaan, Wayang Gagrag Banyumasan mengandung banyak unsur humor, dan upaya menertawakan jenis wayang baku yang penuh dengan aturan.

3. Museum wayang kulit Wonogiri

Antara

Museum Wayang Kulit adalah suatu museum yang bertempat di Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Jarak dari kota sekitar 15 km dan dapat dicapai dengan kendaraan pribadi dalam waktu kurang dari 30 menit.Museum ini didirikan pada masa pemerintahan Bupati Begug Poernomosidi yang juga seorang dalang di kabupaten Wonogiri.

Museum Wayang Indonesia terletak di dalam kompleks Padepokan Pak Bei Tani M Ng. Prawirowihardjo di kecamatan Wuryantoro kabupaten Wonogiri pada Perlintasan Raya Wonogiri – Pracimantoro km 13. Diresmikan oleh Ibu Megawati Soekarnopoetri, Presiden Republik Indonesia pada waktu itu, pada tanggal 1 September 2004. Museum ini dikemudikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri dan membuka tiap hari kerja dari Senin – Sabtu pukul 07.00 – 14.00.

Dikata sebagai Museum Wayang Indonesia sebab memiliki koleksi wayang bukan hanya dari daerah Jawa Tengah tetapi juga dari daerah lain di Indonesia adalah Jawa Barat dan Bali. Jumlah koleksi yang dimiliki sejumlah 200 buah wayang kulit purwa, wayang golek, wayang Bali, wayang klitik, wayang suket (rumput), wayang beber dari Bali, topeng, dan bakalan wayang.

Di museum ini terdapat juga lukisan Semar terkecil mempunyai ukuran 3 X 3 cm hasil pekerjaan Ki Djoko Sutedjo yang mendapatkan penghargaan dari MURI pada bulan Agustus 1998. Beberapa koleksi adalah hibah dari Bapak H. Begug Poernomosidi (Bupati Wonogiri) selang lain wayang Semar hasil pekerjaan tahun 1716 dari Batu (Wonogiri) yang sekaligus juga adalah koleksi tertua dari Museum Wayang Indonesia ini.

Wayang Semar ini dahulu dipakai untuk pengruwatan leluhur Ki Warsino Guno Sukasno pada masa kerajaan Kartasuro. Benar juga wayang Limbuk dan Cangik yang selalu dipakai Bapak Begug waktu turut mendalang sebagai peralatan mengadakan komunikasi dengan warga.

4. Museum Topeng dan wayang Ubud

Desa Kemenuh

Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma adalah sebuah museum yang beralamat di Jalan Tegal Bingin Mas, Ubud, Banjar Tengkulak Tengah, Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar, Bali. Museum ini khusus mengoleksi wayang dan topeng dari berbagai wilayah di Indonesia

Pendiri museum ini adalah seorang pengusaha dan pecinta budaya bernama Hadi Sunyoto. Koleksi di dalam museum dikumpulkan selama lima tahun. Pendirian Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma selesai pada tahun 2006.

Jumlah koleksinya kurang lebih berjumlah 1.200 topeng dan 6.900 wayang. Selain topeng dan wayang, Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma juga mengoleksi beberapa patung dan boneka dari daerah-daerah di Indonesia dan dari mancanegara. Patung dan boneka berasal dari Malaysia, Jepang, India, Jepang, Meksiko, Tiongkok, Srilanka, Vietnam, Laos, dan beberapa negara di Afrika. 

5. Museum Gubug Wayang Mojokerto

Gubukwayang.com

Didirikan oleh Yensen Project Indonesia sebagai wujud rasa peduli terhadap seni dan budaya Indonesia yang beraneka ragam. Kecintaaan terhadap sejarah seni dan budaya Indonesia memberikan semangat untuk menjaga dan melestarikannya. Koleksi yang ada meliputi wayang dari berbagai daerah di Indonesia, pusaka asli Indonesia, alat musik tradisional, mainan anak–anak, topeng dan lain lainnya.

Wisata Edukasi Seni dan Budaya menjadi tujuan utama berdirinya Museum Gubug Wayang Mojokerto. Dengan tujuan, agar masyarakat lebih mengenal dan merasa memiliki seni dan budaya yang sudah diwariskan secara turun temurun. Sebagai salah satu pilar seni dan budaya Indonesia yang menghadirkan berbagai keberagaman Nusantara, museum ini memiliki peranan penting dalam pendidikan karakter budaya masyarakat Indonesia.

Museum yang diresmikan pada tanggal 15 Agustus 2015, berlokasi di tengah Kota Mojokerto. Dengan bangunan tiga lantai, Museum Gubug Wayang menghadirkan berbagai karya anak bangsa dari berbagai macam daerah. Kecintaan Gubug Wayang akan indahnya budaya di Indonesia menjadi semangat untuk terus berbenah dan memberikan informasi sejarah tentang seni dan budaya Indonesia.

6. Galeri wayang Purwakarta

Artspace

Galeri Wayang terdapat di dalam komplek Kantor Bupati Purwakarta. Informasi yang terdapat di dalam galeri wayang adalah beragam jenis wayang dan topeng yang disajikan dengan apik. Galeri seni seolah menjadi magnet tersendiri saat berkeliling museum. Awal memasuki gedung bangunan, pengunjung langsung disuguhkan layar lebar dengan didukung oleh wayang golek dengan berbagai karakter. Tak hanya wayang golek, disudut lainnya juga terdapat wayang kulit sebagai penguat museum tersebut.

Para pengrajin wayang sengaja didatangkan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang pembuatan wayang. Beragam bentuk topeng tersaji dengan indah membentuk pohon hayati. Selain itu, relief cerita-cerita pewayangan menjadi pemandangan tersendiri di ruang galeri. Setiap sudut dari galeri wayang merupakan perwujudan karya seni yang menyatu dengan materi dalam museum. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

museum wayang wayang kulit wayang golek
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top