Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Pariwisata Pulih Secara Bertahap, Kemenparekraf Promosikan Wisata Minat Khusus

Contoh kategori wisata minat khusus yang ingin dipromosikan Kemenparekraf yakni wisata kesehatan, bahari, kuliner, peninggalan budaya, dan petualangan.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  20:24 WIB
Sektor Pariwisata Pulih Secara Bertahap, Kemenparekraf Promosikan Wisata Minat Khusus
Redaktur Pelaksana Bisnis Indonesia Gajah Kusumo memberikan pemaparan saat acara Workshop Produksi Konten Wisata Minat Khusus pada Media Website Indonesia.travel di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/7/2022) - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, BEKASI -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf tengah mendorong promosi pariwisata dalam negeri sejalan dengan pemulihan sektor pariwisata pascapandemi. Salah satu wisata yang ingin dipromosikan yakni wisata minat khusus. Apa itu?

Wisata minat khusus secara spesifik termotivasi oleh aktivitas dan ketertarikan tertentu dalam berwisata. Aktivitas dan ketertarikan yang spesifik tersebut juga kerap menentukan seseorang dalam memutuskan destinasi wisata.

Contoh kategori wisata minat khusus yang ingin dipromosikan Kemenparekraf yakni wisata kesehatan, bahari, kuliner, peninggalan budaya, dan petualangan.

"Jadi destinasi wisata dengan pendekatan minat khusus itu berdasarkan aktivitas. Misalnya, masyarakat menyukai kegiatan selam [diving], kami menyediakan informasi terkait dengan diving spot itu di mana saja," terang Koordinator Strategi dan Komunikasi Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Direktorat Wisata Minat Khusus Kemenparekraf Betsy Dian Astri pada Workshop Produksi Konten Wisata Minat Khusus bersama Bisnis Indonesia, Jumat (1/7/2022).

Berdasarkan situs Kemenparekraf indonesia.travel, terdapat submenu bernama "5 Wonders" yang terdiri dari sejumlah kategori wisata minat khusus. Masyarakat bisa mengakses informasi destinasi wisata sesuai dengan minat terhadap kegiatan masing-masing.

Kategori tersebut meliputi nature and wildlife, culinary and wellness, art, culture & heritage, recreation & leisure, dan adventure. Besty mengatakan nantinya akan terdapat kategori baru dalam promosi wisata minat khusus melalui indonesia.travel, yakni sports (olahraga).

Saat ini, sektor pariwisata tengah kembali pulih secara bertahap. Pemulihan pariwisata terbukti dari meningkatnya jumlah pelaku perjalanan, hunian kamar, serta sektor transportasi pada Mei 2022.

Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) terbaru, jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 40,41 persen dan internasional naik 61,56 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Selain itu, perjalanan penumpang menggunakan angkutan laut domestik tercatat 1,74 juta penumpang atau naik 27,28 persen, sementara itu penumpang kereta api sebanyak 23,41 juta orang atau naik 19,26 persen dari bulan sebelumnya.

Sejalan dengan momentum tersebut, Direktorat Wisata Minat Khusus Kemenparekraf menjalani pelatihan promosi melalui konten tulisan dan visual (foto) guna mendorong promosi wisata minat khusus. Sesi pelatihan (workshop) selama dua hari akan diisi oleh Bisnis Indonesia dan peserta akan diminta membuat konten tulisan serta foto tentang pariwisata untuk nantinya dievaluasi bersama.

Pada hari pertama, Jumat (1/7/2022), pelatihan berfokus untuk mengembangkan konten tulisan melalui news portal serta konten media sosial. Pelatihan hari ini diisi oleh Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Rahayuningsih, Redaktur Pelaksana Bisnis Indonesia Gajah Kusumo, dan GM Digital Strategy dan Content Creator Bisnis.com Arnis Wigati.

Pelatihan pada hari kedua, Sabtu (2/7/2022), peserta dari Kemenparekraf akan mengikuti workshop konten visual (foto) dan audiovisual (video). Pelatihan diisi oleh Redaktur Fotografi Firman Wibowo dan Yayus Yuswoprihanto, serta Content Producer Bisnis TV David Eka Issetiabudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenparekraf
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top