Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cafe Dangdut New York, Sajikan Paduan Kopi dan Dangdut Indonesia

Fitri Carlina, membuka kafe Dangdut di New York bersama rekannya, Dina Fatimah dan Roy Sembiring. Alasannya, karena mereka melihat bahwa budaya Indonesia sangat layak dan potensial untuk diperkenalkan di Amerika.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 13 Juni 2022  |  20:14 WIB
Cafe Dangdut New York, Sajikan Paduan Kopi dan Dangdut Indonesia
Sandiaga Uno di depan Cafe Dangdut New York - instagram
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Cafe Dangdut di New York milik penyanyi dangdut Fitri Carlina adalah kafe yang sangat Indonesia dengan sajian kopi dan dangdut khas Indonesia nya.

Fitri Carlina, membuka kafe itu bersama rekannya, Dina Fatimah dan Roy Sembiring. Alasannya, karena mereka melihat bahwa budaya Indonesia sangat layak dan potensial untuk diperkenalkan di Amerika.

“Ide mendirikan Café Dangdut  muncul setahun yang lalu, tepatnya awal Maret. Saat itu, kebetulan saya juga tampil di acara Super Bowl Week. Dari situ, nama ‘dangdut’ sedikit demi sedikit mulai dikenal.  Lalu, terpikir untuk membuat coffee shop bernuansa dangdut di New York bersama Eski yang juga terlibat dalam acara Super Bowl Week. Dalam waktu sebulan, kami memikirkan ide, logo, dan menyiapkan coffee truck. Akhirnya pada September, Café Dangdut soft launching. Saat itu kami masih menggunakan coffee truck dan booth,” kata Fitri dikutip dari laman resmi Kemenparekraf.

Kafe itu pertama kali dipromosikan di acara Indopop Movement, ajang membantu dan mendukung potensi Indonesia, baik kuliner, fesyen, budaya, di Amerika, khususnya New York. Momentum ini dimanfaatkan oleh Fitri dan Eski untuk mempromosikan Café Dangdut di depan Time Square.

“Akhirnya, setelah berjalan beberapa bulan dengan mengikuti bazar dan festival di sana-sini, kami memutuskan untuk membuka Café Dangdut secara permanen di Long Island City. Sambutannya cukup bagus. Bahkan antrean orang yang ingin mencoba kopi di Café Dangdut sangat panjang. Mas Menteri (Sandiaga Uno) juga sudah datang ke Café Dangdut. Rasanya tidak menyangka bisa seperti ini,” tambah Eski.

Meski sudah memiliki toko permanen, Fitri dan Eski memutuskan untuk terus melakukan mempromosikan Café Dangdut dengan coffee truck selama  setahun. Tujuannya, kata Fitri, untuk menarik lebih banyak orang dan membuat penasaran warga sekitar.

Sampai saat ini, Café Dangdut masih menggunakan coffee truck dalam rangka promosi kopi. Kami membagikan kopi secara gratis kepada customer yang datang.

Merekapun melakukan pengurusan izin dan inovasi menu, termasuk mencari barista dari Diaspora. 

Adapun kendala yang dihadapi, kata mereka, terkait syarat dan izin yang cukup ketat dari pemerintah setempat, serta masalah distribusi dan logistik yang cukup berpengaruh pada harga makanan dan minuman serta ketersediaan supply di Café Dangdut.

Meskipun banyak kendala yang menghampiri, Fitri dan Eski mengaku puas dengan apa yang sudah mereka capai bersama Café Dangdut. Hampir 70% pembeli di Café Dangdut adalah warga lokal, sesuai dengan target mereka. Lokasi Café Dangdut yang cukup strategis dan mudah ditemukan membuat Café Dangdut mudah ditemukan. Cafe Dangdut berada di lingkungan anak-anak muda dan hipster elit, dekat dengan stasiun, kampus, serta tempat nongkrong anak-anak muda dan komunitas warga Indonesia. 

“Rata-rata suka dengan cita rasa kopi Indonesia yang manis, khususnya kopi Gayo. Kami juga menjual kopi lainnya, seperti kopi luwak, kopi dari Papua dan daerah lainya. Warga lokal sini penasaran dengan jenis-jenis kopi dari Indonesia,” imbuh Fitri.

Dengan adanya Café Dangdut di New York, Fitri dan Eski berharap bisa memperkenalkan Indonesia. Tidak hanya dengan kopi dan hidangan saja, tetapi juga dengan budaya dan lifestyle Indonesia. Selain kopi dan beberapa kudapan khas Indonesia, Café Dangdut memperkenalkan musik dangdut dan fesyen Indonesia melalui brand Plus 62. Fitri dan Eski ingin hal-hal yang berkaitan dengan Indonesia menjadi mainstream dengan langkah awal memperkenalkannya melalui Café Dangdut.

Ke depannya, mereka berharap Café Dangdut bisa bertahan di New York, selain itu, mereka juga tengah berkomunikasi dengan beberapa investor untuk membuka cabang di New Jersey dan negara lain seperti Singapura serta Filipina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

new york kafe
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top