Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejarah Candi Prambanan, Salah Satu Ikon di Yogyakarta

Lokasi Candi Prambanan sangat strategis karena berada di jalan utama yang menghubungkan Yogyakarta - Solo.
Robby Fathan
Robby Fathan - Bisnis.com 03 Juni 2022  |  20:28 WIB
Sejarah Candi Prambanan, Salah Satu Ikon di Yogyakarta
Wisatawan mancanegara mengunjungi Taman Wisata Candi Prambanan, di Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (22/6). - Antara/Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, Bisnis.com, JAKARTA -  Candi Prambanan merupakan bangunan bersejarah yang menjadi salah satu ikon wisata di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Lokasinya berada di Desa Karangasem, Kecamatan Boko Hacho, Kabupaten Sleiman, Yogyakarta. Secara administratif, Candi Prambanan terletak di perbatasan Kabupaten Krateng di Jawa Tengah dan Kabupaten Sleiman di Yogyakarta.

Lokasi Candi Prambanan sangat strategis karena berada di jalan utama yang menghubungkan Yogyakarta - Solo.

Bangunan candi ini didedikasikan untuk Trimurti atau tiga dewa utama agama Hindu, yaitu Brahma (pencipta), Wisnu (pelindung) dan Siwa (penghancur). Di kompleks candi ini terdapat arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menandakan bahwa Dewa Siwa adalah pilihan pertama. Bersamaan dengan Candi Borobudur, candi peninggalan kerajaan Mataram kuno ini juga dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991.

Candi Prambanan dibangun pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan yang memerintah Mataram Kuno dari tahun 840-856 M. Sedangkan candi-candi kecil lainnya yang berada di kompleks Candi Prambanan dibangun pada masa raja-raja berikutnya, bahkan hingga periode kekuasaan Rakai Watukara Dyah Balitung (898-915 M).

Karena letaknya hanya berjarak 19 kilometer dari Borobudur, beberapa sejarawan menafsirkan latar belakang didirikannya Candi Prambanan adalah sebagai respon artistik, politik, dan agama terhadap pembangunan Borobudur.

Menurut prasasti Shivagrha, selama pembangunan Candi Prambanan, penduduk mengubah aliran sungai. Sungai yang kini dikenal dengan nama Sungai Opak ini mengalir dari utara ke selatan di sisi barat kompleks candi Prambanan.

Dan pada awalnya, arus sungai membelok ke arah timur, terlalu dekat dengan bangunan candi. Untuk melindungi kompleks candi dari luapan material Gunung Merapi, aliran sungai diubah. Bekas sungai tersebut kemudian ditimbun dan diratakan untuk menciptakan ruang yang lebih luas bagi bangunan candi Prambanan.

Sebelumnya, jumlah candi Prambanan mencapai 240 bangunan candi, di antaranya 3 candi Trimurti, 3 candi Wahana, 2 candi Apit, 4 candi Kelir, 4 candi Patok dan 224 candi Perwara.

Namun, sekarang hanya tersisa 18 candi, dan sebagian besar candi Pewara yang lebih kecil belum dipugar, hanya tumpukan batu yang berserakan. Seperti karakteristik candi Hindu pada umumnya, arsitektur Candi Prambanan berbentuk tinggi dan ramping.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

candi prambanan Prambanan Jazz
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top