Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Orangutan Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan ke Alam Bebas

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Nur Patria Kurniawan menyatakan, empat individu orangutan dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, yang terdiri dari 2 jantan dan 2 betina, dilepasliarkan ke kawasan TNBBBR di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 20 Mei 2022  |  01:11 WIB
Orangutan yang telah kembali ke alam bebas pasca pelepasliaran dari Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Rabu (18/5/2022). - Istimewa
Orangutan yang telah kembali ke alam bebas pasca pelepasliaran dari Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Rabu (18/5/2022). - Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Sebanyak empat orangutan hasil rehabilitasi dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Nur Patria Kurniawan menyatakan, empat individu orangutan dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, yang terdiri dari 2 jantan dan 2 betina, dilepasliarkan ke kawasan TNBBBR di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah.

“Pelepasliaran orangutan hasil proses rehabilitasi ini adalah perwujudan upaya perlindungan dan pelestarian orangutan di Kalimantan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Keanekaragaman Hayati oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) dalam kerja samanya dengan mitra Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) serta sejumlah pihak lainnya.

Dia menambahkan, keempat orangutan ini telah menuntaskan proses rehabilitasi panjang di Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan BOS di Nyaru Menteng dan merupakan pelepasliaran orangutan yang pertama di tahun 2022.

“Upaya pelestarian ini perlu didukung semua orang. BKSDA Kalimantan Tengah bertanggung jawab dalam setiap upaya penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran orangutan yang sistematis,” katanya.

Patria mengimbau agar masyarakat terlibat aktif dalam melindungi orangutan dan habitatnya.

“Orangutan memiliki peran yang sangat penting, dan fungsi ini akan maksimal jika mereka tinggal di hutan. Bersama mari kita menjaga satwa liar yang dilindungi serta menjaga hutan dan seisinya demi masa depan anak cucu kita,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan BOS Jamartin Sihite menyebutkan, yayasan BOS sangat senang bisa kembali melepasliarkan orangutan yang telah melewati masa rehabilitasi panjang serta siap hidup di hutan.

“Saat ini kita berada di tahun ketiga pandemi COVID–19, namun kami tetap berkomitmen penuh untuk melepasliarkan orangutan dari pusat-pusat rehabilitasi kami ke hutan dengan aman,” sebutnya.

Menurut Jamartin, pandemi tidak menghentikan upaya untuk bekerja menyelamatkan orangutan dan habitatnya.

Dia menuturkan bahwa, manusia sangat bergantung pada satwa liar dan sumber daya berbasis keanekaragaman hayati untuk memenuhi semua kebutuhan, baik sebagai sumber mata pencaharian dan peluang ekonomi.

“Di hari peringatan Kebangkitan Nasional dan Keanekaragaman Hayati ini, mari kita berkomitmen untuk mengatasi banyak ancaman yang dihadapi satwa liar dengan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan,” tuturnya.

Sebagai informasi, keempat orangutan yang dilepas liarkan hari ini telah menjalani tahapan akhir dari proses rehabilitasi mereka di pulau pra-pelepasliaran di gugusan Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Pulau pra-pelepasliaran ini adalah habitat semi liar untuk menampung orangutan yang telah menyelesaikan tahap rehabilitasi di Sekolah Hutan. Di sini, orangutan mempraktikkan semua keterampilan yang dipelajari sebelumnya untuk bekal menyintas di alam liar.

Adapun, BKSDA Kalimantan Tengah dan Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya bersama Yayasan BOS mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan, dan masyarakat Kabupaten Katingan atas dukungan dan kerja samanya.

Yayasan BOS juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan dan kontribusi dari organisasi mitra global kami: BOS Australia, BOS Jerman, BOS Swiss, BOS UK, BOS USA, dan Save the Orangutan.

“Kami juga berterima kasih atas dukungan dari dunia usaha seperti PT. SSMS, berbagai lembaga konservasi lainnya termasuk Orangutan Outreach, serta donor perseorangan dari seluruh dunia, yang mendukung kerja konservasi kami serta pelestarian alam di Indonesia,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orangutan Rehabilitasi Lahan Hutan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top